Nasi

Nasi adalah makanan yang terbuat dari beras sebagai bagian yang terpenting dalam persembahan upacara yadnya di Bali seperti misalnya :
  • Persembahan Banten Saiban sebagai sajen kecil setiap habis memasak yang dipersembahkan oleh masyarakat Hindu Bali setiap hari.
  • Dalam segehan putih kuning yang mengandung makna kesucian dan kebijaksanaan. Umumnya sěgěhan tersebut dipersembahkan kepada para pengikut roh-roh leluhur.
  • Dll
Ketika anda berkunjung ke Bali, setiap pagi Anda biasanya akan melihat orang Hindu mempersembahkan sejumput nasi di halaman rumah, di tempat suci, di sumber air dan di beberapa tempat lain.
Di Bali, ini dikenal sebagai mesaiban (persembahan banten saiban). Jadi, satu lagi ciri khas rumah orang Hindu adalah sejumput nasi yang berserakan di depan gerbang rumah setiap pagi hari.
Salah satu kitab yang menjelaskan tentang makna mesaiban ini adalah Veda Manava Dharmasastra, Bab 3. 
Setelah makanan dipersembahkan kepada Tuhan, makanan itu hendaknya dipersembahkan kepada para dewa, para leluhur, dan makhluk hidup lain. 
Sejumput nasi itu hendaknya ditaruh di halaman rumah agar dimakan oleh burung-burung dan binatang lain. 
Sejumput lagi ditaruh di depan rumah untuk para bhuta
Dinyatakan dalam Veda Garuda Purana bahwa para leluhur berkunjung ke rumah keturunannya setiap hari tilem untuk meminta pinda, atau persembahan makanan berupa nasi. 

Mereka menunggu hingga tengah hari di gerbang rumah. Apabila keturunannya lupa mempersembahkan makanan kepada leluhurnya, maka leluhurnya kembali ke Pitraloka dalam kesedihan. 
Itulah sebabnya mengapa umat Hindu dianjurkan untuk menyelesaikan segala upacara harian sebelum tengah hari.
Sesuai dengan pernyataan Kitab Suci Veda ini, umat manusia tidak boleh melupakan Tuhan, para dewa dan leluhur. 
Terkadang, ada banyak penekun spiritual yang fanatik. Mereka memuja Tuhan namun tidak menghormati para dewa dan leluhur. 
Ini juga bukanlah suatu sikap yang bijaksana. Semuanya,para dewa dan leluhur adalah roh-roh suci yang juga adalah abdi Tuhan dan patut diberikan penghormatan.

Sebagai renungan dalam persembahan nasi ini dalam group Hindu di Fb disebutkan bahwa :
Ciri di atas ada dalam setiap rumah orang Hindu yang religius. Anda tidak perlu ragu untuk bertamu ke rumah orang Hindu, dan di saat yang sama Anda juga tidak perlu takut menjadi tuan rumah. Karena sejatinya :
    • Tuan rumah yang memuaskan tamunya akan diberikan pahala ribuan kali lipat. 
    • Seorang tuan rumah yang menjamu tamunya dengan baik, terlebih jika tamu itu adalah orang suci, pasti dibebaskan dari dosa dan tidak akan pernah kekurangan sandang dan pangan. 
Demikian janji Tuhan dalam Kitab Suci Veda. Jadi orang baik itu keren. Jadi orang Hindu itu kebanggaan.
***