Aja Were

Hukum Karma

Hukum Karma adalah ajaran tentang keadilan pada setiap mahluk hidup ciptaanNya.

Lahir kaya atau miskin, bukanlah sebuah takdir, namun ini juga dikatakan ada kaitannya dengan hukum karma dan reinkarnasi.

Dan sebagai renungan, diceritakan disebuah kantin sekolah, saat jam istirahat terlihat duduk dua orang pemuda yang sedang bercakap-cakap tentang pengemis-pengemis kecil yang mereka lihat sedang menadahkan tangan di deretan mobil-mobil mewah di pinggir jalan.

Sebutlah namanya Budi dan Nyoman yang mencoba memberikan penjelasan.

Nyoman memulai percakapan : apa yang engkau lihat begitu serius dik,,,..?
Budi
Lihatlah om....sejak kecil aku didik oleh agamaku, guru agamaku selalu bilang bahwa : kasih Tuhan adalah sama kualitasnya pada semua mahluk terutama terhadap setiap manusia. 
Tapi lihatlah.....betapa kita yang duduk di sini bisa makan enak sedangkan mereka harus panas panasan untuk bisa membeli makanan yang sederhana, kenapa orang hidupnya begitu sulit dan menderita ? 
Sedangkan ada orang dengan mobil mewah tentu dia kaya dan di beri banyak kemudahan dalam hidupnya ....?

Nyoman tersenyum : apakah di agamamu di ajarkan Hukum Karma atau Karma Phala dan Reinkarnasi dik .....?
Budi
Tidak....Namun Hukum Karma saya percaya, walau di agama saya tidak mengulas dengan jelas. Tetapi Reinkarnasi kami tidak mempercayainya, karena kami yakin hidup hanya sekali ....yaitu di kehidupan ini.
Nyoman : lalu, kenapa ada perbedaan kehidupan di antara mereka....? Ada yang kaya, dan ada yang miskin.....?

Budi pun terdiam, mukanya ditekuk dan berfikir keras....tapi akhirnya dia memberi jawaban .
Budi pun menjawab : 
yang kaya karena bekerja keras dan pintar, yang miskin karena malas.
Terlihat mukanya tampak lega karena memberi jawaban yang masuk akal.

Nyoman pun bertanya : bagaimana dengan bayi yang lahir di keluarga kaya ? Dan bayi yang lahir di keluarga miskin ? 
Bukankah mereka belum sempat kerja...? 
Tetapi mengapa nasib kedua bayi ini berbeda....?

Lama terdiam .....akhirnya Budi pun menjawab : mungkin hanya Tuhan yang tahu....

Nyoman lantas menambahkan : dik.....walau jawaban bahwa hanya Tuhan yang tahu adalah bijak, tetapi dalam hidup kita harus mencari jawaban tentang kebenaran ....ini yang di sebut agama. 
Agama hendaknya juga harus memberi jawaban pada setiap pencarian kita, karena itu akan meningkatkan sraddha (menurut agama saya) / iman (menurut agamamu) kita pada Tuhan....

Nyoman lantas bertanya kembali : boleh saya menjelaskan tentang Hukum Karma dan Reinkarnasi yang berhubungan dengan si kaya dan si miskin .....?

Setelah Nyoman menjelaskan singkat, dik boleh percaya atau tidak...? 
Karena hidup adalah pilihan....

Budi lantas menyahut : saya justru senang jika dapat jawaban atas kejadian ini....
Nyoman pun lantas tersenyum.....

Nyoman lantas menjelaskan : setiap orang selalu berbuat dan melakukan kegiatan, juga tugas tugasnya.
Setiap kegiatan itu terikat oleh hasil, orang Hindu Dharma menyebutnya dengan pahala. 
Semua kegiatan di ikat oleh hasil/pahala....
Hasil perbuatan ini akan berpengaruh pada kehidupan kita di masa yang akan datang.

Contoh kecil : 
Saat kita belajar giat matematika dan biologi, kemudian kita kuliah ke kedokteran ....maka hampir pasti kita kelak akan jadi dokter.
Juga perbuatan baiknya akan membawa dia pada sorga nantinya saat dia meninggalkan dunia ini, demikian juga sebaliknya.
Ini yang di sebut Hukum Karma, 
Bahwa setiap kegiatan ada hasil yang harus di terima.

Tetapi banyak juga orang yang di kehidupan ini bekerja keras, seperti para petani yang rajin.....tetapi sebelum dia menikmati hasil kerja kerasnya....dia keburu meninggalkan dunia ini .....
Tetapi Hukum Karma dan Reinkarnasi memberi keadilan pada setiap insan, yaitu :
Saat dia meninggal, pekerja keras yang baik ini pergi ke sorga menikmati hasil kerja kerasnya di dunia yang belum di nikmatinya....
Saat masa hidupnya habis di sorga, 
Dia akan kembali turun ke dunia ini melanjutkan misi hidupnya yang tidak terselesaikan di kehidupannya yang lalu....ini yang disebut punarbawa/reinkarnasi.

Maka dia turun ke dunia membawa sisa pahala kebaikannya ini yang disebut karma wasana, dengan karma wasana ini dia memesan bentuk tubuh dan kelahirannya sehingga biasanya dia lahir dengan wajah tampan atau cantik di keluarga kaya, sehingga dia dari bayi sudah menikmati kekayaannya. 

Hal ini pun berlaku bagi orang kaya yang dermawan atau suka menyumbangkan kekayaannya (dana punia) pada kehidupannya yang lalu pada orang yang membutuhkan.
Demikian juga orang yang malas, atau kaya tapi pelit di kehidupan ini ....maka di kehidupannya yang akan datang dia lahir di keluarga yang miskin, apalagi kalau dia sekarang suka mencuri harta orang.....

Jadi lahir kaya atau miskin, bukanlah takdir Tuhan....karena Tuhan mengasihi semua umatnya sama. Tetapi kaya atau miskin adalah pahala karma dari kehidupan kita yang lalu, kita adalah penyebab kemiskinan dan kekayaan yg kita alami sekarang.
Itu sebabnya jangan pernah mengeluh di kehidupan ini, walau kita miskin, karena kita sendiri penyebabnya....
Apalagi mengatakan kemiskinan kita adalah takdir Tuhan....

Dan Budi pun mengangguk pelan sembari berkata : 
Oh sangat indah ajaran ini, lalu apa yang harus kita lakukan saat hidup susah atau gampang sekarang ?

Nyoman pun memberikan inspirasi : 
Berilah semangat dalam diri kita saat hidup kita susah, 
katakan pada diri sendiri : aku adalah jiwa yang kuat....
aku memilih menjalani hidup yang berat untuk semakin mematangkan jiwaku......
Tetapi jika hidupmu saat ini di beri banyak kemudahan karena banyak harta, pekerjaan bagus.... 
Tetaplah bersyukur dan sambil berbagi kemudahan itu kepada sesama kalian, karena membantu orang lain juga sesungguhnya adalah membantu dirimu sendiri, sebab pahala kebaikan akan kembali pada dirimu....
Budi : Terima kasih banyak om, walau di agama saya tidak di ajarkan reinkarnasi .....tetapi sekarang saya tidak akan memandang rendah ajaran ini, karena reinkarnasi dan hukum karma adalah ajaran Tuhan untuk memberi keadilan pada setiap mahluknya....
Demikianlah percakapan diakhiri dan semoga obrolan tadi membuat semakin kuat dan tabah dalam mengarungi hidup yang penuh tantangan ini....
***