Aja Were

Mengenai Orang Bali yang tak henti-hentinya melakukan upacara persembahan

Dahulu kala, ketika kebanyakan manusia masih lugu, banyak orang ikut saja tradisi dan perintah orang suci,
dimana mereka hanya mengenal dua cara untuk berbuat kebaikan, yakni: "Diam dan senyum". Jadi, konflik tidak ada.
"Apakah Tuhan itu nyata?, Jika ya, kenapa tak bisa dilihat?"

Diceritakan oleh Budi Tajun salah satu member Group Hindu Dharma;
Suatu hari rombongan bule datang ke Bali dan salah seorang bertanya secara detail, kenapa orang Bali tak henti-hentinya melakukan upacara persembahan, dan kenapa tidak cukup dg sembahyang dan berdoa saja.
Dijawab "Lebih baik tak henti-hentinya melakukan upacara dari pada tak henti-hentinya melakukan penelitian, Apakah Tuhan itu ada atau tidak".
..........???? Bule itu bengong......????

Jadi, keberadaan Tuhan itu sama persis dengan hukum listrik. Jika kita tidak dapat memahami keberadaan dan cara Tuhan bekerja mengatur alam semesta yang ajaib dan sistematis ini, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. 

Kita dapat menikmati segala sesuatu yg tak pernah bisa diciptakan oleh manusia seperti cahaya matahari, adanya hujan, adanya hukum sebab akibat, dan sebagainya. 
Berarti Tuhan itu ada. 
Andai kita bingung cobalah kita belajar melihat Apakah listrik itu ada? Jika ada seperti apa dan dimana? Tapi yang jarang kita sadari tidak sedikit orang mati sia-sia tersengat listrik. 

Begitu pula tanpa kita sadari beberapa kerabat, teman, saudara telah berpulang ke alam sana untuk menghadap-Nya, tanpa kita sempat lagi berdebat, 
Kenapa Tuhan itu tidak ada, tetapi Kenapa ada kematian dan beberapa justru datang menjalani kehidupan dengan lahir dari rahim seorang wanita?
Hal-hal yang benar-benar aneh adalah banyak orang meragukan kalau Tuhan itu ada, sebab itu mereka gegabah dan malas memuja Tuhan, dilain waktu, ketika kematian menjemput, semua sangat berharap agar Tuhan bermurah hati.
***