Kritikan

Pada prinsipnya kritikan itu tujuannya untuk membangun demi kebaikan bersama.
Namun setiap manusia memiliki ego masing-masing dan terkadang tidak semua orang suka dikritik, apalagi dicerca;
Karena semua orang merasakan apa yang dia pikirkan dan apa yang diucapkan serta apa yang diperbuatnya, semuanya benar.
Bagaimana mengkritik, tapi tidak dibenci karena itu. Sebagaimana dikatakan Prabu Kalianget dalam mencari kawan;
Beritahu kesalahan orang lain secara tidak langsung. Tapi tetap himbau dia dengan contoh kata-kata seperti ini, 
Jangan mengatakan anda salah, tapi anda bisa berkata dengan “ Maaf, boleh saya minta waktunya sebentar? Sebelumnya mohon maaf jangan tersinggung, tapi ini demi kebaikan kita bersama.”’ 
Seandainya tadi kalau cara bicara anda seperti ini, saya percaya orang-orang akan menerima pendapat anda. 
“Sebenarnya pendapat anda itu luar biasa, tapi anda itu bisa menyampaikan dengan cara yang berbeda”. 
Kalau manusia diberikan kritikan seperti ini atau masukan seperti ini, saya percaya manusia itu bisa menjadi manusia yang lebih baik. 

Mendengarkan hal tidak menyenangkan akan lebih mudah setelah kita mendengar pujian untuk hal-hal yang baik dalam diri kita. 
Paling tidak antusiasme orang yang kita peringatkan akan tetap menyala apabila kita mengawalinya dengan pujian. 
Biarkan orang tersebut mengalami kebanggaan atas sisi-sisi positifnya, setelah itu masukan pesan secara ramah. 
Langkah ini memberi dampak psikologis yang jauh berbeda ketimbang peringatan, tekanan, atau segala ancaman yang diberikan secara frontal. 

Carilah hal-hal positif dari lawan bicara anda; penampilan, prestasi, keunikan, dan yang lainnya untuk menciptakan rasa nyaman. 

Mungkin tanpa anda minta orang tersebut akan memberikan apa yang anda harapkan tapi tetap himbau dia dengan contoh kata-kata seperti ini, 
Jangan mengatakan anda salah, tapi anda bisa berkata dengan “ Maaf, boleh saya minta waktunya sebentar? 
Sebelumnya mohon maaf jangan tersinggung, tapi ini demi kebaikan kita bersama.”’ 
Seandainya tadi kalau cara bicara anda seperti ini, saya percaya orang-orang akan menerima pendapat anda. “Sebenarnya pendapat anda itu luar biasa, tapi anda itu bisa menyampaikan dengan cara yang berbeda”. 

Kalau manusia diberikan kritikan seperti ini atau masukan seperti ini, saya percaya manusia itu bisa menjadi manusia yang lebih baik. 
Memberitahukan kesalahan orang lain tanpa menimbulkan kebencian tidak mungkin dilakukan dengan cara-cara frontal. 
Bahkan kesalahan itu sendiri tidak perlu terucapkan, dengan melalui pilihan kata atau tindakan. Sekedar mengganti satu kata (tetapi), seringkali dapat menentukan antara kegagalan dan sukses dalam mengubah orang lain tanpa menimbulkan rasa tersinggung atau marah. 
Mengawali dengan pujian, diikuti tetapi, kemudian diakhiri dengan suatu pernyataan berupa sebuah kritikan membangun demi kebaikan bersama.
***