Aja Were

Madon

Madon (istilah dalam Hindu) artinya suka main perempuan yang bukan istrinya sendiri yang sebagaimana dikatakan sebagai penyebab dari awal kehancuran.
Istilah ini merupakan salah satu bagian dari perbuatan yang tidak susila Panca Ma yang dapat menjauhkan diri dari jalan yang lurus dan terang benderang menuju alam Moksa.
Oleh karena itu, perbuatan madon ini banyak kemungkinan akan menimbulkan hal-hal yang melanggar norma-norma kesusilaan, maka para bijaksana menasehatkan kepada setiap orang agar tidak melakukan madon.
Karena sering terjadi suatu keluarga mengalami peristiwa broken home (retak rumah tangganya) apabila suami/istrinya melakukan perbuatan serong atau madon.

Disamping sosok seorang wanita yang agung nan mulia seperti yang disebutkan dalam kitab suci,
tidak sedikit yang mengatakan wanita juga adalah sumber kesengsaraan bagi manusia. 
Seperti dikutip dalam pengertian Nitisastra sebagaimana ditulis dalam artikel Arwind Satyani disebutkan dalam kitab-kitab purana :
  • Dalam kisah Ramayana dimana Rahvana mabuk karena wanita, dan rela mempertaruhkan apapun untuk memperjuangkannya. 
  • Selain itu pada cerita pemutaran gunung mandara giri dimana para Dewa, Detya, dan Raksasa berebut tirta amerta dan akhitnya dewa Wisnu menyamar menjadi wanita cantik (jelmaan Dewa Wisnu) oleh detya dan raksasa tersebut. 
Dari kedua cerita tersebut dibuktikan bahwa pengaruh wanita begitu besar bagi laki-laki, dan tidak sedikit lelaki yang terbuai dan hancur karena wanita (luh luu).
***