Aja Were

Tirtha Amertha

Tirtha Amertha adalah amrta air suci kehidupan abadi yang dalam kisahnnya disebutkan tirta ini sebagai berikut :
  • Dahulu tatkala terjadinya pemutaran mandara giri yang dalam lontar adi parwa disebutkan Amrta yang dicari-cari muncul dari dasar Ksirarnawa.
  • Dalam kisah Dewa Ruci yang diceritakan dimulai dengan keberangkatan Sang Bhima atas perintah Bhagawan Drona ke laut untuk mencari Toya Amreta (Tirta Amertha) ini
    • Terlihat olehnya tepi laut dengan ombaknya beriak, bergulung menerjang batu karang. 
    • Dengan tiada rasa takut ia menceburkan diri ke dalam laut, diempas gelombang, ditindih air.
Energi hidup yang disebut Amrta ini merupakan energi yang paling suci, paling murni, yang tidak bisa lain tempatnya adalah di pusat alam Brahman yang sebagaimana disebutkan Tirtha dan Pola Dasar Pemujaan dalam stiti dharma online, inilah yang sangat dibutuhkan oleh Roh-roh itu.
  • Bahwa dengan memenuhi persyaratan, prinsip-prinsip, dan tata tertib tertentu, kita pun dapat memohon Amrta itu, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan para Dewa serta Roh-roh yang lain.
  • Persyaratan yang mutlak diperlukan adalah dengan mempersembahkan atau mengurbankan makanan, minuman, dan lain-lain, tentu saja yang dapat dijadikan bahan dasar sebagai pengganti Amrta yang dimohon itu.
  • Semakin banyak jumlah persembahan atau kurban akan semakin baik, dan semakin tulus hati kita berkurban semakin murni pula Amrta yang diperoleh, karena Roh pemohon dapat melambung tinggi ke alam-alam kesucian.
  • Setelah mengalami atau melakukan proses penyucian pikiran berulang-ulang, akhirnya Roh pemohon bersama-sama bahan persembahannya dapat mencapai alam Brahman (Siwa) guna mendapatkan Amrta yang diperlukan itu.
  • Bahwa untuk mendapatkan Amrta itu pemohon harus masuk menyelusup ke alam Dewa-dewa dan untuk itu pemuja harus mengetahui mantra-mantra dan stawa yang diperlukan, lebih-lebih harus mengenal ciri-ciri keadaan penghuni Dewa Penguasa dan sifat-sifat khusus dari masing-masing alam yang dimasuki tersebut.
Tìrtha amårta ini juga disebutkan sangat menyejukkan. Karena Tìrtha ini, dahulu juga membuat Bhatara Kàla timbul niat beliau melakukan Catur Pàramita untuk membentuk budi pekerti yang luhur.
 ***