Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Kalacakra

Kalacakra adalah ajian bhairawa yang cenderung digunakan untuk mendapatkan kharisma besar.
  • Kala sebagai kekuatan atau energi.
  • Cakra adalah perlambang perputaran hidup ini. 
Yaitu bagaikan gelombang laut yang akan bergetarkan dunia ini.
Seperti halnya dalam dunia politik, pengendalian pemerintahan dan menjaga keamanan wilayah kekuasaan kerajaan, pemimpin dari kalangan militer di masa sekarang,
Karena itu raja-raja dan petinggi pemerintahan serta pemimpin masyarakat pada zaman dahulu banyak yang menganut aliran sekte ini. 
Seperti pada zaman dahulu, Bhairawa Kalacakra ini digunakan pada abad ke-12 oleh Raja Jawa Singasari yaitu Kertanegara untuk mengimbangi kekuatan Kaisar Mongol Khu Bhi Lai Khan yang menganut Bhairawa Heruka.
Diceritakan dalam legenda ilmu rajah kalacakra disebutkan, ajian ini bermula dari penulisan mantram sakti di dada Batara Kala oleh Batara Guru yang menyamar sebagai dalang Kandhabuwana. 
Dan dibuatnya Rajah Kalacakra dimaksudkan agar siapapun yang bisa membacanya dan siapa saja yang bisa mengucapkan mantram tersebut tidak akan menjadi korban dan tidak akan diganggu oleh Batara Kala sebagai pembawa sengkala.
Rajah Kalacakra menjadi sebuah kekuatan gaib yang merubah suatu keburukan menjadi kebaikan, sebuah doa kepada Yang Maha Kuasa supaya merubah suatu kondisi yang buruk menjadi kondisi yang baik selama manusia hidup dalam kekuasaan sang waktu (Sang Kala atau Sang Hyang Kala).
Semua kejadian buruk dalam kehidupan manusia dipercaya selain sebagai suratan nasib / takdir, juga banyak berkaitan dengan yang namanya karma
Bisa karma dari masa lalunya, karma dari perbuatan-perbuatannya yang sekarang, karma dari kondisi kelahirannya, juga imbas dari karma / kesialan yang dibawa oleh orang lain (misal : ikut menjadi korban kecelakaan lalu-lintas, dsb).
Pada perkembangan selanjutnya Rajah Kalacakra diwujudkan menjadi mantra untuk menangkal berbagai kekuatan magis jahat yang dapat mengganggu keselamatan lahir dan batin. 

Selain digunakan untuk melindungi diri dari gangguan dan serangan gaib mahluk-mahluk halus, juga memberikan perisai pagaran gaib kepada para penggunanya agar terhindar dari segala keburukan atau ketidak-nyamanan dalam kehidupan. 
Oleh karena itu, Rajah Kala Cakra sering digunakan dalam ruwatan-ruwatan tradisi jawa dengan membacakan mantra-mantranya. 
Di India sendiri upaya ruwatan dan bersih diri banyak juga dilakukan, terutama berupa ritual khusus di sungai Gangga.
***