Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Tumuwuh

Tumuwuh artinya tumbuh-tumbuhan yang sesuai dengan ajaran Weda dalam anda bhuvana disebutkan bahwa : 
  • Tuhan, tidak hanya berstana pada bhuvana alit
    • Beliau juga berstana pada bhuvana agung anguriping sarwaning tumuwuh. 
Sehingga dalam pembuatan tetandingan banten itu dipergunakanlah seluruh isi alam sebagai perwujudan dari alam ini.

Dalam memaknai perayaan hari raya pagerwesi juga disebutkan, Sang Hyang Pramesti Guru beryoga bersama Dewata Nawa Sanga untuk ‘ngawerdhiaken sarwa tumitah muwang sarwa tumuwuh’,
    • Ngawerdhiaken artinya mengembangkan 
    • tumitah artinya yang ditakdirkan atau yang terlahirkan, 
    • tumuwuh artinya tumbuh-tumbuhan. 
yang berarti bahwa, 
dalam mengembangkan kehidupan tumbuh-tumbuhan yang telah ditakdirkan atau yang terlahirkan diperlukan guru sebagai guru sejati agar terjadi keseimbangan.
Dalam ketenangan di Pura Luhur Batukaru disebutkan bahwa, Dewa Mahadewa juga diberi gelar Ratu Hyang Tumuwuh. 
  • Karena untuk menjaga keterpaduan Tri Chanda yaitu air, udara dan tumbuh-tumbuhan di bumi ini. 
  • Agar semua alam tersebut terpadu adanya, 
    • Sebagai langkah awal umat mohon tuntunan Tuhan sebagai Sang Hyang Tumuwuh. 
    • Karena Tuhanlah sebagai maha pencipta semua unsur alam tersebut. 
  • Sebutan Tuhan sebagai Sang Hyang Tumuwuh memang sebutan yang amat lokal Bali. 
    • Tetapi dibaliknya terdapat nilai-nilai universal tentang etika perlakuan sumber-sumber alam ciptaan Tuhan tersebut. 
      • Kalau udara kotor, sumber-sumber air tak terlindungi 
      • maka tumbuh-tumbuhan pun akan merana. 
      • Kalau tumbuh-tumbuhan merana hidup manusia pun akan menderita kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.
Kalau saja penerapan konsep ketuhanan agama Hindu di Bali ini benar-benar dihayati, maka umat Hindu tidak akan berhenti pada sembahyang dengan upacara yadnya saja dalam mengamalkan ajaran. 
Dan itu baru langkah mengarah pada aspek niskala untuk membangun daya spiritual umat. 
Yang niskala itu seharusnya di-sekala-kan dalam perilaku hidup sehari-hari untuk secara aktif menjaga eksistensi Tri Chanda yaitu air, udara dan tumbuh-tumbuhan tersebut sesuai dengan sifat alaminya.
***