Drewya Yadnya

Drewya Yadnya adalah suatu pengorbanan atas barang-barang yang kita miliki kepada sesama umat manusia pada waktu dan tempat yang tepat demi kesejahteraan dan kedamaian hidup bersama masyarakat, bangsa dan Negara.

Pada umumnya, Drewya yadnya ditujukan kepada; 
  • Orang sakit, 
  • Orang yang sedang menuntut ilmu pengetahuan
  • Sedekah bagi anak-anak yatim piatu, 
  • Para tamu, 
  • Pendeta dan orang suci.
  • Keluarga yang ditinggalkan/menderita.
Melaksanakan drwya yadnya dalam mengubah hidup menuju kebahagiaan duniawi dan rohani yang disebutkan berarti :
Menjadikan diri sendiri penyebab kebahagiaan mahluk lain dengan tidak mementingkan diri sendiri, dalam bentuk segala upaya perbuatan, perkataan dan pikiran yang menolong, membahagiakan atau memberi keuntungan bagi mahluk lain.
Ini tidak lain berarti mengupayakan terjadinya pengikisan halangan dan rintangan karma buruk kita sedikit demi sedikit dengan cara terus - menerus berkarma baik, sehingga kelak terbukalah kebahagiaan di semua bidang kehidupan, baik duniawi maupun rohani, serta sekaligus membuka jalan lapang yang terang bagi kesadaran atman.

Dan sebagai persembahan suci berupa kebaikan-kebaikan kepada semua mahluk, agar semua mahluk bahagia bebas derita, yang terdiri dari 7 [tujuh] pokok kebaikan penuh cahaya, yaitu dalam ringkasan pokok dasar ajaran dharma tertua di Bali (ref) disebutkan diantaranya :
Yaitu persembahan suci berupa kebaikan membebaskan orang lain dari avidya [kebodohan] dharma, menyelamatkan dan mengangkat naik perjalanan orang lain dalam siklus samsara, serta sekaligus membuka jalan agar mereka kelak dapat mengalami Mokhsa [pencerahan sempurna]. Misalnya [contoh] memberikan tuntunan dharma, memberikan buku yang menerangi hati dan pikiran, dsb-nya.
  • [2]. Abhaya Yadnya.
Yaitu persembahan suci berupa kebaikan menyelamatkan kehidupan mahluk lain. Misalnya [contoh] memberikan sembako kepada orang yang kurang mampu, menyekolahkan anak-anak kurang mampu [memberi mereka peluang hidup layak di masa depan], membantu upaya kesembuhan orang atau binatang yang sakit, memberi makan binatang liar yang kelaparan, menyelamatkan binatang yang akan dibunuh, dsb-nya.
  • [3]. Kshanti Yadnya.
Yaitu persembahan suci berupa memaafkan, kesabaran dan kerelaan. Misalnya [contoh] tidak dendam dan memaafkan orang yang menyakiti kita, meminggirkan kendaraan saat ada ambulance lewat, mengalah saat ada kemacetan di jalan, dsb-nya.
  • [4]. Swadya Yadnya.
Yaitu persembahan suci berupa kebaikan dalam bentuk kerja dan pelayanan, demi untuk kebahagiaan orang lain atau mahluk lain. Misalnya [contoh] melaksanakan pekerjaan kita di tempat kerja dengan ketulusan, kejujuran dan upaya sebaik-baiknya, ngayah bersih-bersih di pura, membersihkan sampah di lingkungan sekitar, menanam pohon untuk melestarikan hutan, dsb-nya.
  • [5]. Mahati Yadnya.
Yaitu persembahan suci berupa menggunakan tubuh kita untuk kebahagiaan orang lain atau mahluk lain. Misalnya [contoh] menjadi donor darah dsb-nya.
Yaitu persembahan suci berupa kebaikan dalam bentuk memberikan pemikiran, keahlian dan pengetahuan kita untuk kebahagiaan mahluk lain. Misalnya [contoh] memberikan kursus atau pelatihan keahlian secara gratis, mendengar curhat orang lain kemudian memberi saran bermanfaat, menghibur dengan canda tawa pada orang yang sedang sedih, dsb-nya.
Yaitu persembahan suci berupa pemberian uang, benda, makanan, atau hadiah.
***