Catus Pata

Catus Pata (catuspata) adalah sebutan perempatan di Bali dengan keberadaan tugu ditengahnya sebagai simbol penjaga keharmonisan dan ketentraman jagat Bali.

Dalam siklus perputaran waktu menuju ke pergantian tahun baru saka
Biasanya bertepatan dengan upacara pengerupukan biasanya masyarakat Bali melaksanakan acara mengarak ogoh-ogoh untuk mengelilingi jalan-jalan desa dan mengitari catus pata tersebut yang merupakan perlambang dimana sifat-sifat negatif mesti di-somya agar tak mengganggu kehidupan manusia.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas juga dalam beberapa Lontar baib Dewa Tattwa maupun Eka Pratamabahwa dalam seluk beluk caru dan tawur sebagaimana dijelaskan Stiti Dharma Online disebutkan bahwa :
Makna Tawur Kesanga dilaksanakan di Catus Pata karena di Catus Pata inilah mula pertama Dewi Uma berubah menjadi Bhatari Durga untuk menciptakan Bhutakala dan di Catus Pata inipula Sang Pretanjala berubah menjadi Mahakala.
Maka dari itu sejak zaman lampau di Bali utamanya, Catus Pata ditetapkan oleh Raja atas saran Bhagawanta dimana pelaksanaan upacara yadnya seperti tersebut diatas hendaknya juga bagi Desa-Desa Pakraman yang baru, penetapan Catus Pata dilakukan oleh perarem Desa Adat atau Pakraman setelah mendapat saran dari seorang Sulinggih yang mempunyai wewenang untuk muput.
***

Daftar Bacaan Terlengkap & Terpopuler di Bali