Aja Were

Peteng

Peteng adalah gelap dalam bahasa Balinya.

Dipetenge ngalih galang;
artinya : belajarlah menemukan cahaya di dalam kegelapan.

Eling ring piteket nak lingsir dalam renungan wengi tileming kapat Taksu Hindu Bali disebutkan :
Tubuh inilah alam kegelapan itu, temukanlah cahaya di dalamnya agar bisa menjadi penerang bathinmu, yang akan memberi pencerahan dan tuntunan dalam setiap lakumu. 

Untuk menemukan cahaya itu belajarlah untuk selalu merenungi setiap lakumu, untuk terus mulat sarira dan introspeksi diri sampai kamu berani jujur mengakui kekurangan dan kesalahan lakumu;
Jika itu berhasil artinya kamu sudah berjalan satu langkah dan perjalananmu masih panjang.

Ampurayang cucu ini sering mengabaikan piteket2 nak lingsir, cucu masih terkadang bengong teken bukit ejohin, semoga cucu tersadar dari kebodohan ini, suksma ring Ida Hyang Leluhur mogi tetamian pare leluhur side ajeg, ajeg Baliku, ajeg Nusantara ku, Rahayu.
***