Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Kejujuran

Kejujuran merupakan salah satu sifat manusia yang amat mulia. 
Dalam kitab Weda disebutkan bahwa orang yang memiliki sifat jujur, biasanya mendapat kepercayaan dari orang lain, dan bberjiwa satya untuk dapat membawa manusia pada ketenangan.
Seperti halnya selalu berpegang pada kejujuran dan ketulusan seorang sulinggih dalam lontar wrtti sesana disebutkan untuk dapat mencapai kesempurnaan dan kesucian bathin.

Namun sebagai manusia biasa,
Terkadang hidup tak akan selamanya berjalan lurus, seperti halnya terdapat dalam Kitab Suci BHAGAVAD-GITA BAB VII Sloka 12 yang berbunyi :
Natyantam saralair bhavyam
Gatva pasya vanasthalim

Chidyante saralas tatra

Kubjas tisthanti padapah
Janganlah hidup terlalu lurus atau terlalu jujur, sebab begitu;
Jika seandainya anda pergi ke hutan, anda akan melihat bahwa pohon-pohon yang lurus ditebang, sedangkan pohon-pohon yang bengkok dibiarkan hidup.
Dalam kehidupan di dunia ini kita juga tidak selamanya bisa berbuat jujur adakalanya pada suatu kejadian ataupun situasi dan kondisi yang membuat kita harus berbohong. 
Yang dimaksud berbohong disini adalah berbohong demi kebaikan. 
Sama seperti sloka diatas yang menyebutkan ada kalanya kita melliihat pohon-pohon lurus ditebang dan pohon-pohon yang bengkok dibiarkan. 

Dalam berbagi cerita, pernah suatu hari saya mengalami suatu kejadian ataupun kondisi yang mengharuskan saya untuk berbohong (atau nguluk-nguluk)
Kita tahu sebagai seorang Ibu, ia memang selalu mengkhawatirkan anaknya apalagi ketika anaknya sakit. 
Langsung saja saya ceritakan, waktu itu saya akan pergi ke Singaraja untuk kuliah dan kebetulan pada waktu itu saya lagi sakit. 

Dan Ibu saya sebenarnya sudah tidak mengizinkan saya untuk kuliah. Tapi yang namanya mahasiswa kuliah merupakan suatu kewajiban yang harus dijalani. 

Ketika mau berangkat, Ibu saya bertanya kepada saya : 
“Dek.., dengan siapa berangakat ke Singaraja?”. 
Dengan perasaan ragu saya menjawab : 
“Dengan Agus (teman saya) bu…”. 
Namun kenyataan sebenarnya saya pergi sendirian mengendarai sepeda motor. Hal ini saya lakukan karena saya tidak ingin melihat Ibu saya cemas dan khawatir dengan keadaan saya, 
apa lagi ia sampai sakit karena memikirkan saya. 
Itulah salah satu contoh kecil yang mana dalam kehidupan kita ini kondisi dan situasi yang membuat kita untuk berbohong demi kebaikan bersama.
***