Aja Were

Mahasiswa

Mendengar kata “mahasiswa”, sebagian dari kita mungkin bertanya, mengapa ada kata “maha” di depan kata “siswa”. 

Dimana disebutkan, dengan ketekunan yang dimiliki berupa sebuah tekad yang kuat untuk dapat memperoleh keberhasilan;

Dan mengapa bahasa Indonesia menempatkan kata mahasiswa sebagai padanan kata pengganti kata pelajar perguruan tinggi. 

Padahal dalam bahasa inggris, tidak ada kata mahasiswa. 

Pelajar perguruan tinggi tetap dipanggil sebagai “student” yang disamakan dengan pelajar Perguruan Tinggi dasar dan menengah. 

Dalam bahasa sansekerta, “maha” diartikan sebagai “tak terbatas/hebat”. 
Menjadi satu kontemplasi tersendiri untuk para mahasiswa agar memahami makna mendalam dari kata “mahasiswa”. 
Kata “maha” di sini dapat dimaknai sebagai suatu harapan kepada mahasiswa agar senantiasa menjadi seorang pembelajar di mana pun ia berada, tidak cepat puas dan selalu haus akan ilmu sehingga ia terus mencari dan belajar hingga akhir hayatnya. 
Semangat ini yang harus diperjuangakan dan dipertahankan oleh para mahasiswa agar dirinya tidak hanya belajar di kelas saja, akan tetapi di manapun mahasiswa berada ia selau mencari ilmu, baik yang berhubungan dengan kompetensi akademiknya maupun softskill yang menunjang kebutuhan hidup seperti kemampuan organisasi, manajemen waktu dan kepemimpinan, serta lifeskill atau idealisme yang dapat membentuk karakter seorang mahasiswa yang bisa diimplementasikan di dunia luar kampus.
Demikian disebutkan yang dikutip dari BUKU AJAR MATA KULIAH WAJIB UMUM PENDIDIKAN AGAMA HINDU (ref) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
***