Religius

Religius artinya sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Ajaran religius juga terdapat dalam cerita ini. Aspek religius yang terdapat dalam Geguritan Dukuh Siladri adalah pada saat melakukan upacara pitra yadnya. 
Hal tersebut dilakukan karena masyarakat sangat religius bahwa orang sudah meninggal juga masih harus dibuatkan upacara pitra yadnya untuk mengantarkan rohnya ke alam sana.
Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah mahluk religius, yaitu mahluk yang ingin mendekatkan diri pada Tuhan.
Sebab Tuhan adalah asal dan kembalinya mahluk hidup (Sarwa Prani).
Seperti halnya disebutkan bahwa dari sejak bayi masih berada di dalam kandungan sudah diupacarai, serta upacara tersebut dinamakan dengan upacara ‘magedong-gedongan’ sebagai bagian dari manusa yadnya.

Demikian juga saat bayi baru lahir juga dibuatkan ‘tepung tawar’ yaitu untuk pelengkap sajen pensucian pada waktu upacara yang dilengkapi dengan ‘banten dapetan’ yang dilengkapi di sampingnya. 
Hal ini dimaksudkan untuk selamatan bayi dan ditujukan kepada yang menjelma
Dan saatnya nanti, orang yang sudah meninggal juga masih harus dibuatkan upacara pitra yadnya untuk mengantarkan rohnya ke alam sana

Demikianlah nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Geguritan Dukuh Siladri yang sangat baik dijadikan tauladan dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
***