Aja Were

Petani

Petani adalah mereka yang mengolah tanah persawahan dan kebun.
Dimana di Bali dalam kehidupan agraris pada zaman dahulu disebutkan :
    • Lontar Dharma Pemaculan berisikan cara untuk bercocok tanam.
    • Subak yang sampai saat ini merupakan organisasi tradisionalnya dalam mengatur distribusi perairan dalam menanam padi.
Untuk proses tersebut urutannya sesuai dengan yang dikerjakan seperti halnya istilah-istilahnya diberikan sebagai berikut :
  • Mbabaki (pembukaan tanah),
  • Lalu mluku (membajak),
  • Tanem (menanam padi),
  • Matun (menyiangi padi),
  • Ani-ani (menuai padi,panen) dan
  • Mutu (menumbuk padi). 
  • Dan jineng sebagai tempat untuk menyimpan hasilnya.
***
Dan marilah kita belajar dari petani.
***
Untuk mengolah sebidang tanah, petani harus bekerja sangat panjang dan keras.
Pertama, ia harus melunakkan seluruh bagian tanah.
Lalu ia harus membajak tanah tersebut, menabur benih, dan mengairi secara teratur.
Setelah itu, tanaman harus tumbuh dalam tahapan tertentu, dan untuk membuat tanaman tersebut dapat tumbuh, ia perlu menggunakan pupuk dan membersihkan rumput liar secara berkala.
Hanya setelah semua itu dilakukan, petani akan bisa membawa pulang hasil panen.
Itulah yang seharusnya juga kita lakukan dengan hati kita.
Hati dapat diibaratkan seperti sebidang tanah yang akan dibudidayakan, dan kita harus mengolahnya dengan hati-hati dan penuh perhatian.
Hati harus disiram dengan air cinta-kasih.
Menggunakan bajak penyelidikan, engkau harus membajak dan menabur benih Nama Tuhan, dan kemudian menjaganya penuh waspada menggunakan pagar hati-hati dan perawatan.

Engkau harus melindunginya dengan tanpa mementingkan diri sendiri, maka engkau akan menerima buah cinta-kasih

Makna tulisan diatas:
KIKIS HABISLAH RUMPUT2 EGO YG ADA DI HATI KITA
TEBARKAN BENIH2 CINTA KASIH KE SEMUA PENJURU.
***