Aja Were

Mahardika

Mahardika artinya orang yang bijaksana, suci dan berbudhi luhur, tegasnya sudah dapat melaksanakan pengendalian diri dengan baik.
Dan orang yang rokhaninya telah bebas dari kemabukan (mabuk harta benda, ketampanan dll).
Seperti halnya dikatakan pang pada nawang dalam pemilihan pemangku karena disebutkan kerohaniawan dalam Agama Hindu menempati kedudukan yang penting.

Dan oleh PHDI, tentang ‘mahardhika’ juga disebutkan merupakan suatu istilah yang sangat penting dalam keseluruhan rangkaian Brahmawidya (filsafat) Hindu Dharma yang berkaitan dengan :
  • Merdeka ragawi, dan
  • Merdeka jiwani. 
Sebuah istilah yang berhubungan dengan hakikat mendasar dalam agama Hindu, yaitu berkaitan dengan eksistensi jati diri manusia (ragawi) (self) dan atman (jiwa) (inner self atau soul).
Minstream mahadhika melekatkan makna upaya “pembebasan” diri manusia yang dilakukan dengan “luar biasa” untuk mencapai tujuan kehidupan menurut ajaran dharma
Dari apa “pembebasan” diri manusia itu? Dari musuh-musuh yang menguasai diri manusia yang tiada lain berasal dari dirinya sendiri. 
“Ragadi musuh maparo, Rihatya tonggwanya, Tan madoh ring awak” (Ramayana I.4): 
Artinya : Nafsu, kemarahan, iri, dengki, angkuh, dan kegelapan adalah musuh terdekat dalam diri manusia dihatilah tempatnya tiada jauh dari diri.
***