Aja Were

Kalpa

Kalpa adalah satu hari brahman dimana keberadaan bhuwana agung alam semesta ini disebutkan tak lepas dari siklus kalpa ini. 
Satu kalpa dalam penciptaan alam semesta menurut veda terdiri dari empat belas Manwantara (siklus Manu) yang berlangsung selama jutaan tahun.
Esensi pandangan spiritual Hindu mengajarkan bahwa ketika semuanya lenyap pada akhir Kalpa dan menyatu dengan tenāga kosmis, dan Trimūrti akan muncul kembali ketika proses penciptaan mulai pada awal Kalpa dan melaksanakan fungsinya masing-masing. Demikian dijelaskan dalam pengertian dewa siwa dalam artikel Lia Abenk yang menyangkut ajaran Śivasiddhanta yang berkembang dari agama Śiva yang sudah ada sejak zaman Prasejarah.

Dalam berbagai ajaran seperti halnya Srauta Kalpa sebagai bagian dari Wedangga disebutkan mengenai tata cara melakukan yajna, penebusan dosa dan lain-lain, terutama yang berhubungan dengan upacara keagamaan.
  • Dalam Siwaratri Kalpa yang berkaitan dengan keberadaan Lingga Yoni, sebuah lingga merupäkan tanda pembedaan yang erat kaitannya dengan konsep pencipta alam semesta wujud alam semesta yang tak terhingga ini merupakan sebuah lingga dan kemaha-kuasaan Tuhan. 
  • Sebagai pengejawantahan ajaran kalpa juga dimaksudkan dalam filsafat tantra yaitu :
    • Diwujudkan dalam upacara dan upakara Tawur atau Tawur Agung untuk dapat mengharmoniskan, menyelaraskan dan menyeimbangkan Tri Loka ini sebagai usaha agar dapat merehabilitir dari kerusakan dan kehancuran dunia ini.
      • Dimana disebutkan oleh Dewi Gayatri, Siwa dengan sifat peleburanNya menyerapnya kembali dalam setiap kalpa.
***