Taman Argasoka

Taman Argasoka adalah sebuah taman yang indah di Kerajaan Alengka.

Dimana dahulu diceritakan, 
Karena rasa takut dan hormat kepada ayahnya, Anjani menyerahkan Cupumanik Astagina kepada ayahnya. Anjani berterus terang, bahwa benda itu diperoleh dan dipinjam dari ibunya.
Sementara Indradi diam membisu tidak berani berterus terang dari mana ia mendapatkan benda kadewatan tersebut. 

Dewi Indradi dihadapkan pada buah simalakama. 
  • Berterus terang, akan membongkar hubungan gelapnya dengan Bhatara Surya. Bersikap diam, sama saja artinya dengan tidak menghormati suaminya. 
  • Sikap membisu Indradi membuat Resi Gotama marah, yg lalu bersupata bahwa sikap diam Indradi itu bagaikan sebuah patung batu. 
    • Karena pengaruh kesaktiannya, 
    • dalam sekejap sang Dewi benar2 berubah ujud menjadi batu sebesar manusia yg mirip sebuah tugu
Menghadapi keterlanjuran itu Sang Resi segera mengangkat tugu batu tsb dan dilemparkannya sejauh mungkin, dan ternyata jatuh di taman Argasoka dekat kerajaan Alengka. 
Kutukan ini akan berakhir kelak bila batu tsb digunakan untuk membela kebenaran dengan cara dihantamkan ke kepala seorang raksasa atau angkara murka.
Sebagai taman Kerajaan Alengka yang dalam Epos Ramayana dalam sejarah dan budaya nusantara diceritakan tempat dimana dahulu Dewi Sinta juga menghabiskan hari-hari penantiannya di taman tersebut.
Di taman tersebut, Sinta ditemani oleh Trijata kemenakan Rahwana, selain itu juga Trijata berusaha membujuk Sinta untuk bersedia menjadi istri Rahwana. 
Karena sudah beberapa kali Rahwana meminta dan memaksa Sinta menjadi istrinya tetapi ditolak, sampai-sampai Rahwana habis kesabarannya yaitu ingin membunuh Sinta namun dapat dicegah oleh Trijata. 
Di dalam kesedihan Sinta di taman Argasoka ia mendengar sebuah lantunan lagu oleh seekor kera putih yaitu Hanuman yang sedang mengintainya. 
Setelah kehadirannya diketahui Sinta, segera Hanuman menghadap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai utusan Rama.
***