Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Ngurip Wewangunan

Ngurip Wewangunan adalah proses penjiwaan sebuah bangunan yang bertujuan agar terjadi keselarasan antara bangunan dan pemiliknya.

Prosesnya sejak awal disebutkan dalam mengenal asta kosala kosali : tata ruang dan bangunan Bali disebutkan :
  • ngruak karang alih fungsi dari karang tegal menjadi karang wawangunan atau mandala pura
  • Ukuran / sikut pekarangan dengan pengurip asta musti, ukuran halaman dengan pengurip tampak ngandang, ukurang bangunan dengan pengurip nyari, guli, guli madu, useran jari, dan bagian-bagian dari modul dimensi tiang saka
  • Tata letak dengan urip pengider, urip perwujudan, pengurip perwujudan, pengurip gegulak, urip dina wawaran dan urip pengurip-urip pemakuh
  • Makna pengurip wewangunan saat melaspas yaitu menghidupkan dengan penjiwaan sebagai bangunan sesuai namanya. 
    • Bahan-bahan bangunan telah dimatikan saat pengadaannya menjadi bahan bangunan. 
    • Saat upacara melaspas, jiwanya dikembalikan ke asalnya masing-masing. 
  • Dilakukan upacara peleburan dan dihidupkan (ngurip) dengan fungsi baru yang namanya bangunan. 
    • Bangunan inilah yang kemudian diproses penjiwaannya sebagai suatu kelahiran ke bumi dengan upakara sebagaimana layaknya suatu kelahiran dan kehidupan
    • Upacara ngulihin karang adalah suatu upakara semacam dikawinkan antara bangunan dengan pemilik-pemakainya.
***