Aja Were

Yadnya Sesa

Yadnya Sesa adalah yadnya dan doa yang dilakukan sehari-hari umat Hindu di Bali sebelum menikmati makanan yang merupakan salah satu bagian dari upacara Dewa Yadnya yang dipersembahkan sebagai ungkapan rasa terima kasih yang utamanya kepada Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber dari makanan itu sendiri yang kita nikmati sehari-hari.

Dalam makna filosofinya, yadnya sesa dalam Cinta Bali disebutkan bahwa,
Makanan yang dinikmati manusia bukan semata-mata merupakan hasil usahanya sendiri saja, tetapi manusia memperolehnya secara bersama-sama antara makhluk yang satu dengan makhluk yang lainnya. Serta diperlukan pula bantuan dari unsur kekuatan alam yang disebut dengan "Panca Maha Butha" yakni adanya kekuatan tanah/pertiwi, air/apah, panas/api/teja, angin/bayu, ether/akasa. 
Adanya nasi atau makanan ini juga berkat kekuatan atau kemahakuasaan Hyang Widhi melalui maifestasinya yang disebut dengan Tri Murti yakni tiga macam kekuatan Tuhan dalam melindungi dan menganugerahi umatnya. 
  • Beras dapat dimasak atau dimatangkan menjadi nasi berkat adanya tiga kekuatan tadi yakni Dewa Brahma dengan kekuatan panasnya, 
  • Dewa Wisnu dengan kekuatan airnya, dan 
  • Dewa Siwa dengan kekuatan penyupatannya (nyupat bhuta kala, apat memberikan kebaikan pada kehidupan di alam semesta ini). 
Dari ketiga kekuatan tersebut menyatu secara bersama-sama sehingga bermula dari beras hingga menjadi matang dan diperolehlah nasi itu.
Proses inilah yang merupakan suatu kerjasama manusia baik secara Sekala maupun Niskala sehingga dapat menikmati makanan. 
Oleh karena manusia menikmati makanan ini atas dasar kebersamaan dan merupakan pemberian, maka patutlah makanan itu di persembahkan kembali pada kekuatan alam lainnya melalui yadnya sesa/banten saiban itu sendiri.

Dan untuk dapat lebih melengkapi yadnya sesa tersebut, disebutkan doa menghadapi makanan dalam mantra sembahyang sehari-hari yang dapat diucapkan sebagai berikut :
Om hiranyagarbhah samawartatagre
bhùtasya jàtah patireka àsit
sadàdhara pritiwim dyam utemam
kasmai dewàya hawisa widhema
Om pùrnam adah purnamidam
pùrnàt purnam udacyate
pùrnasya purnam àdàya
pùrnamewawasisyate
(Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. Engkau asal alam semesta dan satu-satunya kekuatan awal. Engkau yang memelihara semua makhluk,seluruh bumi dan langit. Hamba memuja Engkau. Ya Tuhan Yang Maha Sempuma dan yang membuat alam sempurna. Alam ini akan lenyap dalam kesempurnaanMu. Engkau Maha Kekal. Hamba mendapat makanan yang cukup berkat anugrahMu. Hamba manghaturkan terima kasih.) 
***