Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Sapaan

Nah disini akan dibahas sedikit dari sekian banyak keunikan budaya yang ada di Bali, yaitu sapaan atau panggilan umum yang digunakan oleh masyarakat Bali baik di dalam maupun di luar Bali.

Jenis sapaan yang biasa diberikan oleh orang yang lebih kecil kepada yang lebih tua dan sebaliknya diantaranya:
  • Sapaan “Bli” untuk setiap pria yang ditemui. 
    • Terlepas itu benar atau salah, orang Bali tidak pernah mempersalahkan. 
    • Mereka lebih cenderung untuk menghargai pengunjung yang berusaha “menghormati” dengan sebutan yang lebih akrab seperti “Bli”
      • Panggilan "bli" juga berarti yang lebih dewasa/tua seperti contohnya panggilan sapaan "Bli Wayan"
        • Bli berarti yang lebih besar, dewasa atau lebih tua.
        • Wayan, sebagai nama khas nak Bali merupakan anak pertama biasanya diberi awalan “Wayan” diambil dari kata wayahan yang artinya tertua / lebih tua, yang paling matang.
  • Sebutan “Mbok” diberikan untuk wanita Bali yang lebih dewasa, besar atau tua.
  • Sapaan “Adi/adik” atau menyebut nama langsung diberikan kepada wanita ataupun pria yang lebih muda.
  • Selain itu ada panggilan akrab yang sering didengar untuk memanggil orang Bali yang masih kecil, anak remaja atau lebih muda diantaranya:
    • Panggilan “Gus” untuk laki-laki. Gus ini bersumber pada kata “Bagus” yang artinya tampan atau ganteng.
    • Panggilan “Gek” merupakan singkatan dari “Jegeg” yang artinya cantik atau ayu.
Bila kita melihat maksud dan tujuan dari penyampaian yang tersirat dalam budaya masyarakat asli Bali, ada pelajaran yang dapat kita ambil didalamnya, yaitu :
kita harus selalu dapat menghormati kepada yang lebih tua. Dengan kata lain budaya merupakan pembelajaran norma-norma kehidupan yang tidak terlepas daripada apa yang diajarkan oleh Tuhan kepada kita dalam hidup di alam semesta ini.
Demikian penjelasan tentang “Sapaan akrab untuk orang Bali” semoga bermanfaat buat rekan-rekan yang membacanya dan suatu saat akan berkunjung ke Bali.

Selain itu sebagai tambahan, panggilan untuk orang tua sebagai guru rupaka juga disebutkan terdapat beberapa tingkatan seperti halnya :
  • Bapak > Bapa, Aji atau Nanang
  • Ibu > Meme atau Biang
  • Kakek > Pekak atau Kakiang
  • Nenek > Dadong atau Nini
  • dll
***