Aja Were

Leak Desti

Leak Desti adalah bersumber dari ilmu pengiwa dari jaman dulu kala sudah menjadi fenomena yang tak pernah sirna dimakan jaman, keberadaannya dari dulu menjadi momok yang menakutkan masyarakat sebagaimana disebutkan dalam sumber kutipan leak brumbun.

Dijelaskan pula bahwa, leak desti ini merupakan perwujudan ilmu leak tingkat paling bawah yaitu perwujudannya bisa berbentuk binatang dan adapun nama – nama yang sangat popular seperti lelakut yaitu :
  • sejenis kadal yang besar berbadan hitam loreng-loreng, 
  • berkepala manusia berwajah seram dan hitam, 
  • rambutnya terurai, taringnya panjang, 
  • giginya runcing, matanya lebar dan menyala keluar api berwarna hijau, 
  • mempunyai ekor panjang warnannya loreng hitam putih.
Adapun Teknik Ngereh Leak Desti tersebut dalam ajarannya mengenal tiga Kerangka Dasar seperti : 
  • Setelah menguasai Ilmu Pengiwa Leak Desti, 
  • Penekun akan dengan mudah membuat sarana pengleakan yang biasa di gunakan oleh pengikut aliran kiri ini. 
  • Sarana tersebut seperti :Bebae (bebai) yaitu sejenis binatang kambing berbulu putih mulus, mempunyai telinga panjang menjulur kebawah sampai menyentuh tanah.
Leak Desti ini sasarannya adalah orang-orang yang penakut sehingga kalau orang yang ketakutan ini melihat leak Desti maka ia akan lari terbirit-birit dan bisa terjatuh dan pada saat jatuh itulah maka Leak Desti ini akan menyerang dan akan mengisap darah orang yang terjatuh tadi.

Disamping orang yang ketakutan juga bisa disasar anak-anak kecil terutama bayi-bayi sehingga bayi-bayi itu bisa menangis terus-menerus dan tidak mau menyusu pada ibunya dan lama-lama sampai anak kecil tersebut jatuh sakit.

Leak Desti ini di Bali ada penangkalnya yaitu melalui orang-orang Wiku yaitu orang yang sudah menguasai ilmu pengobatan tradisional yang disebut ilmu Usada Bali.

Sehingga disebutkan penguasaan ilmu leak desti ini harus berdasarkan tatwa dan etika yang berarti orang yang menjalankan ilmu pengeleakan harus menyadari tentang ajarannya dan menjalankan ilmu pengeleakan tersebut dengan teknik-teknik tingkah laku yang sesuai dengan syarat - syarat yang harus ditaati.
***