Kuda

Kuda adalah jaran dalam bahasa Balinya.

Dimana dahulu di zaman kehidupan agraris disebut kuda disebut dengan "asba".

Dalam beragam kisahnya yang menarik diceritakan :

"Pribadi yang tidak memiliki kesadaran, yang pikirannya tidak terkendalikan, yang indryanya tidak dapat diawasi, semuanya itu adalah laksana kuda-kuda binal bagi si kusir".
    • Dalam Bhagavad Gita (6.34) digambarkan hidup ini sebagai perjalanan kereta berkuda :
Sang Atman ibarat penumpang, badan ibarat kereta, kecerdasan sebagai kusir, pikiran sebagai tali kendali dan panca indera sebagai kelima kuda itu.

Begitulah gambaran kita dalam hidup ini. 
Terkadang perjalanan hidup melemparkan beban dan masalah ke punggung kita, maka kesampingkanlah lalu berdirilah dengan kokoh di atasnya, maka suatu saat nanti semua itu akan menaikkan posisi kita ke puncak.

Diceritakan pada suatu hari ada seekor kuda terperosok ke dalam sumur yang sudah kering. Karena sudah tidak mungkin menolong kuda tersebut, maka orang-orang di kampung memutuskan untuk menutup sumur itu.
Mereka ingin mengubur kuda itu hidup-hidup supaya bangkainya tidak mengganggu dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Merekapun bergotong royong mengangkut tanah dan memasukkannya ke dalam sumur. 
Lalu, apa yang terjadi? 
Setiap ada tanah yang mengena punggungnya, kuda itu selalu membuangnya ke bawah lalu memindahkan kakinya ke atas tanah tersebut. 
Semakin tinggi tanah menutupi sumur, maka semakin tinggi pula posisi kuda itu. Sehingga akhirnya ia bisa keluar dari sumur dengan selamat.

Pesan moralnya adalah :
Ketika orang-orang meremehkanmu, menghinamu bahkan berusaha menjatuhkanmu... mencelakaimu... justru upaya itu berbalik memberi keberuntungan kepadamu yang terus berjuang, bertahan & pantang menyerah.

 ***