Aja Were

Nyuh

Nyuh adalah kelapa dalam bahasa Balinya yang termasuk salah satu golongan sarwa pala gantung.

Dan berikut adapun jenis-jenis kelapa untuk yadnya di Bali.
.
Satu hal yang menarik dalam kaitan upacara adat dan agama Hindu di Bali adalah pemanfaatan buah kelapa.
.
Semakin utama atau besar tingkatan upacara/yadnya yang dilaksanakan semakin lengkap jenis kelapa yang dipakai. Misalnya dalam membuat sesajen pula kerti, maka semua jenis kelapa diperlukan.
.
Dalam hubungan itulah dikenal penggolongan kelapa , sebagai berikut.
  • 1) Nyuh bulan (kelapa bulan); ciri kulit buah yang muda sampai setengah tua berwarna kuning keputihan;
  • 2) Nyuh udang (kelapa udang); ciri kulit buah berwarna hijau tetapi di pangkal tapuk buahnya ada warna merah di sekeliling tapuk buah; ciri itu hanya tampak pada buah yang muda (kelungah sampai kuwud/kelapa muda);
  • 3) Nyuh gading (kelapa kuning); ciri kulit buahnya yang muda sampai dengan setengah tua berwarna kuning;
  • 4) Nyuh gadang (kelapa hijau); ciri kulit buahnya dari muda sampai setengah tua berwarna hijau;
  • 5) Nyuh sudamala (kelapa sudamala); cirinya dalam tangkai bunga selalu ada bentukan berupa jengger ayam yang kering. Dalam setangkai bunga kelapa baik sudah dengan buahnya ataupun belum menjadi buah akan dapat banyak bentukan-bentukan itu. Hali ini dapat dilihat dari bawah;
  • 6) Nyuh bojog (kelapa kera); cirinya sabut kelapa ini sangat halus serat-seratnya, sehingga tidak dapat dicari urat sabutnya. Seluruh sabutnya (terutama yang masih basah) berwarna abu-abu;
  • 7) Nyuh surya (kelapa matahari). Ciri kulit buah kelapa yang muda sampai setengah tua berwarna merah kekuningan.
  • Nyuh rangda (kelapa rangda); cirinya seluruh daun kelapa ini menutupi pohonnya, sehingga bagaikan rambut rangda, terutama daun dan pelepahnya yang kering banyak bergelan tungan di sekitar batangnya, sehingga sulit untuk menaiki pohonnya. Hal itu mudah dilihat dari jauh;
  • 9) Nyuh bejulit (kelapa ikan julit); cirinya daun kelapa ini setiap pelepahnya bersatu pada ujung daunnya (gempel). Hal itu sangat mudah dilihat dari jauh;
  • 10) Nyuh bongol (kelapa tuli); cirinya buah kelapa walaupun sudah tua tidak pernah akan kedengaran suara air di dalam buah. Nyuh bongol setiap butirnya lebih berat ukurannya dibandingkan dengan kelapa lainnya.
  • Seperti kelapa lainnya bila sudah setengah tua sampai tua, bila dikocok-kocok kedengarannya ada suara air; tetapi tidak demikian pada kelapa tuli (nyuh bongol);
  • 11) Nyuh mulung, dimana tebal daging kelapanya sangat tipis, dan beratnya lebih ringan dari biasanya;
  • 12) Nyuh arum (kelapa harum); cirinya kelapa muda (kuwud) kalau dibuka kulitnya sudah mulai berbau harum; sampai kepada airnya terasa dan berbau harum.
Mengenai dimana didapatkan kelapa tersebut, itulah menjadi tugas warga masyarakat untuk mencarinya. 
Biasanya di setiap desa pasti ada yang tumbuh jenis kelapa tersebut.
.
Paling mudah untuk mencari jenis kelapa nomor satu sampai jenis nomor lima. Sedangkan untuk jenis kelapa nomor 6 sampai 10 keberadaannya agak jarang dan penduduk lokal banyak yang belum mengetahuinya.
.
Atas dasar keberadaannya, kemungkinan jenis-jenis kelapa nomor 5 sampai 10 tadi merupakan suatu penyimpangan genetik yang diturunkan. 

Kalau hal itu benar, dalam rangka menjaga keberlanjutannya dan juga dari aspek pendidikan kepada masyarakat perlu diupayakan untuk menyebar-luaskan penanaman kelapa tersebut.
.
Mengapa? 
Karena upacara agama yang tergolong utama selalu akan terjadi, dan untuk itu jenis kelapa itu diperlukan. Dengan ada penanaman tersebut mempermudah masyarakat untuk memperolehnya.
.
Sumber: makalah jurnal Hindu Dharma (ref).
KELAPA DALAM BUDAYA BALI SERTA UPAYA PELESTARIANNYA. Oleh Nyoman Adiputra dan I Nyoman Wardi Universitas Udayana.
***