Aja Were

Dharma Jati

Dharma Jati adalah tugas yang harus dilaksanakan untuk menjamin kesejahteraan dan ketenangan keluarga dan juga untuk umum.
Misalnya kita sebagai orang tua yang menjadi guru rupaka bagi anak-anak disebutkan bahwa :
Kita sejatinya sebagai guru bagi anak-anak dan menjadi role model dalam kehidupan mereka sehari-hari sehingga kita hendaknya menjadi panutan yang baik.

Untuk memndapatkan kebebasan jiwa (atman) maka dalam membina keluarga disebutkan perlu dipertimbang dengan matang-matang seperti dalam membina keluarga melalui konsep keseimbangan catur purusha artha;

Secara rasional atau logika jika kita mempunyai anak lebih dari dua maka waktu yang kita butuhkan yang lebih lama dalam membina dan memelihara keturunan kita. 

Tuntutan rasa tanggungjawab, mengekang setiap guru rupaka untuk lepaskan diri dari keduniawian. 

Sehingga waktu untuk menepuh Wanaprasta cukup lama, setelah tanggungjawab kita terhadap anak-anak terselesaikan baru dapat terlaksana. 

Tapi jika kita menempuh Catur Warga, secara logika kita dapat memasuki masa Wanapraste, kira setelah anak kita berumur 25 tahun. 

Tanggungjawab kita pada anak-anak telah lepas dan kita dapat menempuh masa Wanaprastha dengan mengisi hari tua kita dengan menekuni Tapa Brata, serta meningkatkan srada dan bakti kita kepada Brahman untuk dapat mencapai tujuan hidup di dunia ini.

Demikianlah disebutkan pengertian dari dharma jati sebagai bagian dari catur dharma sebagai kewajiban yang patut dilaksanakan agar selalu dapat mengutamakan kepentingan umum disamping kepentingan diri sendiri.
***