Aja Were

Jatayu

Jatayu adalah simbol kesetiaan yang dinamis kepada sahabat.

Pada zaman dahulu dikisahkan, Sang Prabu Dasarata ketika berguru pada Resi Yogiswara memiliki sahabat bernama Jatayu yaitu putra dari Aruna kakaknya Garuda.

Dan dalam kisah Ramayana, Jatayulah yang memberikan pesan bahwa Dewi Sita diculik oleh Rahwana yang sakti itu.
Walaupun kalah hebat dengan Rahwana, namun semangat juang burung ini tetap menjadi inspirasi sampai saat ini.
Dalam berbagai corak hiasan, sayap burung Jatayu dan Wilmana biasanya memiliki kesamaan bentuk dan pola atau gerak kibasan yang sangat dinamis.

Dalam kisah pertemuan Jatayu dengan Rama,
Diceritakan ketika itu, Sang Rama dan Laksamana kembali ke pondoknya. Tapi betapa kagetnya mereka karena Sita tidak berada di sana. 
Menitiklah air mata Rama karena sedihnya. Keluhnya terbawa angin menerobos hutan dan terbawa debur gelombang lautan.
Laksamana pun tak henti-hentinya menyesali dirinya karena pergi meninggalkan Sita. Kedua satria itupun pergilah mencari Sita.

Dijelajahinya rimba belantara, didakinya bukit, dan dituruninya lembah. Namun tiada jejak sedikitpun yang ditemukannya.

Akhirnya Rama melihat seekor burung yang terkapar di tanah tanpa daya. Hanya pada paruhnya terdapat sebentuk cincin. Rama mengamati cincin itu dan seketika itu juga dikenalinya sebagai cincin Sita.

Jatayu pun dengan tersendat-sendat berkata bahwa Sita dilarikan oleh raja raksasa Rahwana.
Jatayu tak dapat berkata lebih banyak karena tubuhnya telah lemah lunglai dan kehabisan tenaga.
Sesaat kemudian Jatayu pun menghembuskan nafas penghabisan. Rama menyadari bahwa burung yang telah tiada itu adalah sahabatnya.

Sebagai penghormatan terakhir, burung itu pun dibakarnya dengan disertai upacara yang khidmat.
***