Aja Were

Kasuran

Kasuran artinya mabuk karena kemenangan dan keberanian yang tidak dilandasi ajaran agama untuk dapat menjaga hubungan yang harmonis.
Kasuran sebagai salah satu dari sifat tidak baik sapta timira yang selalu merasa diri hebat sehingga mudah diadu domba oleh orang lain.
Namun terkadang munculnya keberanian karena merasa diri benar atau percaya diri.
Sesungguhnya hidup adalah suatu perjuangan, karena itu kita dituntut untuk menghadapinya.
Dan untuk menghadapi kenyataan hidup, diperlukan suatu keberanian.
Seperti keberanian tanpa disertai keragu-raguan untuk menimba ilmu pengetahuan, keberanian untuk menghadapi liku-liku kehidupan.
Lahir sebagai manusia tidak akan pernah lepas dari suka dan duka, lara dan pati
Kita harus berani dan berkemampuan untuk mengendalikan kesenangan dan sebaliknya tidak larut dalam kesedihan bila sedang mengalami suatu kesusahan.
Disamping itu hidup didunia ini tidak selalu mengalami perubahan dan perkembangan, dalam hal tersebut tidak selalu mengarah kehal yang positif. 
Jadi, dengan keberanian menghadapi kenyataan hidup, dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan terhindar dari sifat keragu-raguan. 
Dengan demikian keberanian perlu dipupuk tetapi jangan sampai keberanian yang dimiliki menjadikan kita gelap atau mabuk dan takabur, lebih-lebihnya terhadap kemenangan yang kita peroleh. 

Contoh dari Mabuk Kasuran sebagaimana diceritakan KompiyangYaniari dalam artikenya Sapta Timira adalah Durya (yang dalam kisah Mahabharata seperti sifatnya Duryodana) yaitu salah satu siswa SMA yang sangat berani. 
Keberaniannya tidak didasari atas ajaran agama. Keberaniannya karena senang dipuji dan disebutkan paling hebat. Ia mudah dipengaruhi oleh teman-temannya yang nakal.
Pada suatu hari diceritakan Durya dipanggil dan diajak untuk mengeroyok temannya yang bernama Susila. 
  • Susila ini anaknya pandai dan pendiam. Ia juga mempunyai tingkah laku yang baik. 
    • Setiap perbuatannya ia pikirkan terlebih dahulu akibatnya. 
    • Sehingga ia tidak ngawur melakukannya. 
  • Sedangkan Durya anaknya pemberani. Keberaniannya hanya atas pikiran yang ngawur dan merasa diri paling hebat. 
    • Sehingga ia mudah dipengaruhi oleh teman-temannya. Durya diadu oleh teman-temannya untuk memukul Susila. 
    • Semua teman-temanya pun bersorak-sorak, sehingga Durya bertambah semangat memukul Susila. Akhirnya Susila jatuh tergeletak ditanah.
Waktu itu kebetulan Polisi patroli datang menghampiri tempat kejadian. Dilihatnya Durya sedang memukul-mukul Susila sampai tergeletak di tanah, akhirnya Durya ditangkap dan dibawa ke kantor Polisi. 
Demikianlah akibatnya perbuatan yang tak terpuji yang tidak didasari atas ajaran agama yang disebut mabuk Kasuran sebagai bagian dari sapta timira, sudah tentu merugikan diri sendiri.
***