Aja Were

Bangsa Sumeria

Bangsa Sumeria adalah bangsa yang merintis peradaban Mesopotamia. Bangsa ini berkuasa sekitar tahun 3500 SM yang dalam kumpulan sejarah Indonesia dan dunia dikatakan bahwa :
Mereka berasal dari daerah di sekitar Teluk Persia. Bangsa ini menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai adanya banyak dewa
Dan mereka percaya bahwa hasil panen, kesehatan, dan keselamatan mereka bergantung pada kemurahan para dewa. 
Dimana dalam motif hias nekara yang ditemukan, oleh Bangsa Sumeria disebutkan bahwa burung hantu dipandang sebagai simbol kematian atau burung kematian.
Dewa-dewa tersebut, antara lain, 
  • Uruk (Dewa Langit), 
  • Nippur (Dewa Bumi), 
  • dan Eridu (Dewa Air). 
Tempat untuk memuja para dewa tersebut adalah ziggurat. Bangsa Sumeria juga sudah mengenal tulisan, yaitu tulisan paku. 

Diceritakan pada zaman dahulu, 
Sungai Tigris dan Eufrat berhulu di Pegunungan Armenia, bermuara di Teluk Persia. Keduanya mengalir berdekatan hampir di muaranya. 
Wilayah itu sudah dihuni sejak sekitar tahun 4000 sebelum Masehi. Ada penyebutan berbeda tentang lembah Sungai Tigris dan Eufrat. 
Penulis kuno menyebutnya Sumeria.
Bangsa Sumeria kemudian mendirikan kota-kota dengan pemerintahan seperti sebuah negara sehingga dikenal dengan sebutan Negara Kota. 
Bertambahnya jumIah penduduk membuat wilayah kota menjadi sempit. Perluasan kota menimbulkan masalah pengairan di wilayah itu, dan kadang-kadang menyebabkan terjadinya perang antarkota. Kemenangan perang berarti mereka berhasil meluaskan wilayahnya. 
Kota-kota terkenal kuat dan kaya adalah Ur. Kish Larsa, Lahash, Eridu, Nippur, dan Adab. Namun perang antarkota sering terjadi. 
Masing-masing kota mempunyai tentara infantri, dan pasukan kereta perang yang ditarik keledai liar. 
Akibat perang kemudian muncul kota yang benar-benar kuat dengan dinasti-dinasti yang tangguh, seperti Kish Ur, Erech, dan Lagash. 
Sekeliling kota dipagar dengan tembok sampai tahun 3.000 SM. 
Kota pertama yang diberi pagar tembok adalah Uruk dan tahun 2700-2650 SM. 

Bangsa Sumeria mahir sekali membangun rumahnya dan anyaman sejenis daun ilalang, dilapisi lumpur lalu dikeringkan dengan panas matahari. 
Mereka tidak membuat rumah dari batu sebab di daerah Mesopotamia tidak ada batu. 
Selain itu, bangsa Sumeria juga mahir menanam gandum. Sayur-sayuran, menenun kain, dan memotong batang pohon untuk dijadikan roda kereta. 
Mereka merupakan bangsa yang pertama kali menciptakan tulisan. Bentuk tulisannya segi tiga seperti paku. 
Kepandaian menulis itu sangat penting, karena dengan tulisan orang dapat mengirim pesan atau menyimpan pengetahuannya agar dibaca orang lain. 
Tulisan orang Sumeria digoreskan pada tanah liat lunak lalu dijemur. Lempengan tanah liat memang berat tetapi tahan lama. Isi dan lempengan tanah liat itu bermacam-macam, mulai dan surat dagang, kalender pertanian, resep obat sampai peraturan/hukum. Hukum bangsa Sumeria merupakan hukum yang tertua di dunia. 
Dan naskah tanah liat yang ditemukan di Uruk, dapat diketahui penguasa pertama di Uruk adalah Gilgamesh. 
Ia menjadi tokoh di dalam kisah kepahhawanan di daerah Mesopotamia. Naskah tanah liat itu juga ditemukan di kota-kota lainnya.
Bangsa Sumeria juga merupakan bangsa pertama yang membagi satu tahun menjadi 360 hari, satu jam terdiri 60 menit. 
Lalu membagi sebuah lingkaran menjadi 360 derajat. Kota-kota bangsa Sumeria dilengkapi dengan kuil yang disebut Ziggurat dengan punden berundak
Bangunan itu dibuat dari batu bata yang telah dibakar.
Bentuknya seperti piramida yang didirikan di atas sebuah bukit buatan. 
Bentuk bangunan Ziggurat hasil rancangan bangsa Sumeria kemudian menjadi bentuk dasar seluruh arsitektur di daerah Mesopotamia. 
Di puncak bangunan ada ruangan untuk dewa kota. Ruang itu bisa dicapai melalui tangga besar dan lantai dasar. 
Untuk keperluan membuat patung dewanya, para pemahat mendatangkan batu dari daerah lain. Setiap pergantian musim. Bangsa Sumeria mengadakan persembahan kepada dewa kota. 
Mereka percaya, hasil panen, kesehatan, dan keselamatan mereka bergantung pada kemurahan para dewa. 
Persembahan mereka mulai dari gandum, wol, sampai perak. 
Beberapa raja Sumeria yang terkenal ialah Enmebaragesi dari Dinasti Kish. 
Ia merupakan raja tertua dari daerah Mesopotamia.
Raja Dinasti Kish lainnya ialah Mesilim dan Urzababa. 
Namun Raja yang terkenal dari kota Ur ialah Mesannepada. Raja yang terkenal dari kota Lagash ialah Eannatum, dan Ur-Nashe. 

Letak daerah Mesopotamia yang demikian baik, menyebabkan daerah itu kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan antara Arab di selatan dengan Armenia di utara dan India di timur dengan daerah Timur Tengah di barat. 
Babilonia Bangsa Sumeria ditaklukkan oleh tetangganya, yaitu bangsa Semit yang tinggal di utaranya pada Tahun 2300 sebelum Masehi.
Demikian kisah peradaban Bangsa Sumeria yang disebutkan dalam referensi: Helius, 2012, Modul Sejarah Dunia Toynbee, Arnold. A Study of History, 1956. London: Oxford University
***