Aja Were

Nirjara

Nirjara adalah penghapusan karma penghalang bagi mereka yang punya keinginan untuk dapat mengalami kemajuan dan perubahan berarti dalam hidup ini.
Sesungguhnya ini adalah ajaran yang pingit, tenget [sakral], sangat rahasia (aja wera). Tidak boleh diajarkan kepada umum, diajarkan hanya turun-temurun dari guru ke murid, itupun hanya boleh kepada murid-murid yang sudah siap. Sehingga bagian ajaran ini mungkin tidak banyak diketahui oleh umum.
Sesungguhnya kita bisa melakukan penghapusan karma melalui metode-metode nirjara. Dengan catatan bahwa nirjara [penghapusan karma] tidak akan bekerja efektif tanpa didahului dengan samvara [penghentian karma] sebagai pondasi dasar. Artinya kita harus melaksanakan samvara terlebih dahulu, baru memasuki nirjara.

Ada tiga macam metode untuk penghapusan karma yang dalam catatan rumah dharma di Fb disebutkan yaitu :
  • Dengan melukat di pura pathirtan atau beji [mata air suci] yang energi airnya sangat bagus, yang secara spiritual tempat suci tersebut sangat kaya [ada sekian tingkatan alam malinggih disana, mulai dari alam-alam bawah sampai dengan alam kamoksan], serta [ini bagian yang paling pingit, tenget] di pura beji atau pathirtan tersebut ada dresta [mewajibkan] untuk melukat disana tanpa busana sehelai benangpun.
    • Kalau mata bathin sudah terbuka akan bisa melihat bahwa salah satu rahasia hukum karma adalah karma bekerja melalui partikel-partikel energi maha-halus yang mempengaruhi dan menentukan diri kita. Ini ada di keseluruhan alam semesta dan tidak dapat diketahui melalui indriya dan pencerapan. Melalui vibrasi yang dihasilkan oleh aktifitas tubuh fisik, kata-kata dan pikiran, kita menarik partikel-partikel energi karma yang bisa diibaratkan seperti debu yang menempel pada badan kita. Ini akan baik atau buruk tergantung dari aktifitas kita sendiri.
    • Dresta yang pingit, tenget, ini pasti datang langsung dari alam-alam luhur yang mahasuci. Sebabnya di tempat seperti itu ada energi-energi pembersihan yang hidup atau aktif, yang jalan masuknya melalui seluruh lapisan kulit, lalu terserap ke dalam 11 unsur yang terikat karma di dalam diri kita, yaitu panca jnana indriya [lima indra perasa : kulit, kuping, mata, lidah, hidung], panca karma indriya [lima indra tindakan : kaki, tangan, organ suara, kelamin, anus] dan manas [pikiran]. Sehingga debu-debu partikel-partikel energi karma ini, terutama karma buruk dan karma yang menyebabkan samsara, bisa hanyut dan bersih.
      • Note : sepanjang perjalanan spiritual rumah dharma, satu pura pathirtan atau beji seperti ini adalah di Pura Telaga Waja, Br. Kapitu, Desa Kenderan, Tegalalang. Dengan catatan ini adalah pengetahuan meditatif admin rumah dharma, boleh setuju dan boleh tidak. Dan menurut petunjuk ida btara yang malingga disana kepada kakak pesraman admin rumah dharma, melukatlah di semua pancoran yang ada [11 pancoran]. Mulai dari kelompok selatan, melukat dari pancoran paling utara ke selatan. Lalu lanjut ke kelompok utara dan juga melukat dari pancoran paling utara ke selatan. Lakukan sebanyak 11 kesempatan [11 rahina atau hari baik, seperti pada purnama, tilem, kajeng kliwon, dsb-nya] untuk memperoleh hasil pembersihan. 
  • Dengan rajin dan rutin men-japakan atau memeditasikan mantra-mantra penghapusan karma. Seperti misalnya mantra “Om Makaral Shiwa Ya Namah”. Pada jaman dahulu mantra-mantra seperti ini bersifat rahasia. Akan tetapi karena jaman sekarang ada yang sudah membuka, maka penulis juga berani menuliskannya.
  • Dengan mempraktekkan metode-metode meditasi atau yoga tertentu. Tapi metode meditasi dan yoga seperti ini tidak bisa dipaparkan dalam sebuah tulisan. Selain bahasannya panjang, juga ada hal-hal yang spesifik dan otentik. Jadi untuk mengetahuinya kita harus belajar langsung dari seorang guru.
Dengan tekun dan rutin melakukan salah satu atau sekaligus ketiga metode nirjara diatas, kita akan dapat mengalami percepatan penghapusan karma, sekaligus melapangkan dan membuka banyak jalan bagi kita dalam segala bidang dan aspek kehidupan kita [duniawi, materi, spiritual, dsb-nya].
***