Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Dewi Sukesi

Dewi Sukesi (atau Dewi Kaikasi) adalah wanita yang baik dan berbudi luhur yang pada zaman dahulu diceritakan memiliki sebuah kota yang mengambang di langit. 
Konon beliau terlahir dari raja raksasa yang bernama Sumali atau juga disebut dengan Vidyutkesi. 
Tidak ada yang menyangka bahwa putri yang cantik dan berbudi luhur itu ternyata keturunan raksasa. 
Dewi Sukesi sebagaimana dikisahkan SmbBali disebutkan sebagai salah satu dari 13 wanita cantik dalam tokoh pewayanan yang memiliki kisah yang menarik.
Dan Beliau juga sejatinya merupakan ibunda dari Raja Rahwana.

Konon pada ribuan tahun yang lalu diceritakan dalam Vamana Purana oleh suartawanindra, ada seorang raja raksasa yang bernama Vidyutkesi. 

Anak Vidyutkesi adalah Sukesi. 
  • Sukesi memiliki sifat-sifat yang baik dan Siva sangat senang dengannya dan memberinya anugerah sebuah kota yang mengambang di langit. 
  • Sebagai akibat memiliki kota itu, tak seorangpun yang dapat mengalahkan Sukesi dan ia menjadi tak terkalahkan.
Suatu hari Sukesi pergi ke sebuah kota yang terdapat di daerah Magadha. Hutan itu penuh dengan pertapaan orang suci
Sukesi menghormati para rsi itu.
Ia iangin meminta nasehat yang baik dari para rsi. 
Para rsi berkata padanya bahwa :
"Seseorang harus mengikuti jalan dharma (kebaikan). Ini berarti melakukan Yajna, mempelajari Veda dan memuja Visnu. Tentu inilah yang penting bagi para dewa. Dharma bagi para raksasa berarti bertarung dan memuja Siva."
Para rsi harus menjalankan kebenaran dan menghabiskan waktu mereka untuk bermeditasi. 
Sedangkan bagi manusia dharma berarti mereka harus memberikan amal, melakukan upacara keagamaan, menghindari kehinaan, welas asih pada semua mahluk, mamaafkan, tidak melakukan tindakan kekerasan, mengendalikan indra-indra dan hormat pada para dewa.
Bumi dibagi menjadi tujuh bagian ( dvipa ). Namanya adalah ; Jambudvipa, Plaksadvipa, Salmalidvipa, Kusadvipa, Sakadvipa, dan Puskaradvipa. Juga terdapat tujuh lautan di bumi ini, dan namanya adalah ; Lavana, Iksu, Sura, Sarpi, Dadhi, Dugdha dan Svaduda. ( Purana lain menyebutkan nama Jala bukan Svaduda ). Dharma berbeda-beda dari satu dvipa dengan dvipa lainnya.
Terdapat tujuh neraka (naraka) dimana seorang pendosa disiksa. Terdapat 21 neraka dan nama neraka itu adalah ; Raurava, Maharourava, Tamisra, Andhata-misra, Kalasutra, Apratista, Ghatiyatra, Asipatravana, Taptakumbha, Kutasalmali, Karapatra, Svabhojana, Sandamsa, Launapinda, Karambha-sikata, Kitabhojana, Sonitapuyabhojana, Ksuragradhara, Nisita, Cakraka dan Samsosana.
Sukesi bertanya pada para rsi, “ Meliputi apa saja dosa-dosa itu dan kapan seorang pendosa mendapat neraka ?”
  • Dosa yang paling berat adalah menghina para dewa, kitab veda atau kaum Brahmana, tidak menaruh hormat pada kitab-kitab purana, membenci guru (guru) dan mengganggu yajna
  • Pendosa lainnya adalah mereka yang tidak akur dengan teman, sahabat dan saudara. 
  • Juga adalah sebuah dosa jika kita membuat seseorang tidak bahagia, atau melakukan pencurian. 
  • Mereka yang menghina orang tuanya, atau mereka yang merampok juga seorang pendosa. 
  • Sangatlah berdosa apabila makan mendahului :
  • Seorang pendosa adalah yang menyentuh teman, istri, ibu, kakak, ayah saudara atau guru dengan kaki. 
  • Mereka yang menghancurkan kuil-kuil, sumur atau kolam ditakdirkan untuk menderita di neraka. 
  • Juga merupakan dosa bagi seseorang yang mengabaikan istri, anak-anak dan para pelayan pada saat bencana kelaparan. 
  • Engkau juga akan mendapat neraka jika membunuh seekor sapi atau mencuri tanah.
  • Dll
Namun dalam Epos Ramayana sebagaimana kutipan kisah dari 10 awatara dalam agama Hindu disebutkan bahwa Rahwana sebagai putra dari Bhagawan Waisrawa dengan Diah Sukesi putri Raja Somali tersebut tidak dapat menepati janjinya yang kemudian sebagai akibatnya dari Rahwana mencuri Devi Sinta istri Rama Deva, maka terjadilah perang besar yang bernama Perang Ramayana. 
  • Dalam perang besar tersebut, Raja Alengka bernama Rahwana itu tewas. 
  • Dengan tewasnya Raja Rahwana, maka kehancuran dunia beserta isinya dapat dihindarkan.
Demikianlah dikisahkan sekilas perjalanan Dewi Sukesi yang dikisahkan sebagai ibunda dari Raja Rahwana dari kutipan Wamana Purana maupun dari sumber lainnya.
***