Menyama Braya

Menyama Braya adalah konsep ideal hidup bermasyarakat di Bali sebagai filosofi dari karma marga yang bersumber dari sistem nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Bali untuk dapat hidup rukun.

Kerukunan mengandung makna akrab, damai dan tidak berseteru, diibaratkan pada kehidupan sepasang suami istri dalam rumah tangga yang harmonis dan damai sebagaimana disebutkan oleh Drs. Ida Bagus Gede Wiyana, Ketua FKAUB Bali dalam menghormati kearifan lokal sebagai landasan strategis mewujudkan makna menyama braya sebagai penguatan jati diri bangsa,
    • Hendaknya kita menyadari bahwa manusia itu tidak hidup sendiri di dunia ini, tetapi dilingkungi oleh komunitasnya, masyarakatnya, dan alam semesta sekitarnya. Seperti halnya adanya  :
      • Saudara kandung atau dalam bahasa Balinya disebut dengan Tugelan.
      • Kehidupan sosial bermasyarakat seperti banjar, suka duka dll.
    • Manusia pada hakikatnya tergantung dalam segala aspek kehidupannya kepada sesama umat manusia;
      • karena itu ia selalu berusaha untuk sedapat mungkin memelihara hubungan baik,
      • terdorong oleh jiwa sarna rata sarna rasa; dan
      • selalu berusaha untuk sedapat mungkin bersifat konform, bekerjasama dalam komunity.
        Beberapa konsep kunci yang dipegang teguh di Bali sebagai pedoman di dalam hubungan antara manusia dengan manusia antara lain konsep Tat Twam Asi, Yama Niyama Brata.
        ***