Awikara

Awikara adalah sifat yang tak berubah dan sempurna serta tidak laki-laki ataupun perempuan.

Kesempurnaan yang berasal dari Sang Hyang Widhi tersebut, ibaratnya seperti :

  • Beliau sebagai matahari dan 
  • atma-atma sebagai sinar-sinarnya yang terpencar menghidupi setiap mahluk di alam ini.
Memang Atman itu sempurna, namun manusia itu tidaklah sempurna walaupun yang menghidupi adalah Atma sebagaimana disebutkan pepoleofbali dalam atma tattwa dijelaskan bahwa :
  • Itu tak lain karena persatuan atma dengan badan menimbulkan awidya (kegelapan). 
  • Jadi manusia lahir dalam keadaan awidya, yang menyebabkan ketidaksempurnaannya. 
Atman itu tetap sempurna, tetapi manusia itu sendiri tidaklah sempurna. Bukan saja tidak sempurna tetapi juga bisa mati. 
  • Setiap manusia tidak luput dari hukum kematian
  • Tetapi walaupun manusianya mati namun atman itu tidak akan bisa mati. 
    • Hanya badan yang mati dan hancur 
    • sedangkan atman kekal. 
Badan berpisah dengan jiwanya pada waktu manusia mati, dan jiwatman (atma-budhi-manas) yang tidak mati itu mengalami sorga atau neraka, sesuai dengan perbuatan baik atau buruknya (suba asubha karma). Tetapi jiwatma itu tidak menetap di sana untuk selama-lamanya. 
  • Ia akan punarbhawa atau lahir kembali mengambil wujud baru sesuai dengan karma phalanya. 
  • Dan bukan sekali saja, tapi lahir berulang kali. 
    • Penjelmaannya terus lanjut, 
    • sampai manunggal kepada sumbernya yaitu Sang Hyang Widhi sampai jiwatma sadar akan hakekat dirinya sendiri sebagai atma lengkap dengan sifat-sifatnya seperti tersebut di atas, sampai jiwatma melepaskan diri dari ikatan duniawi yaitu moksa mencapai kebahagiaan dan kedamaian abadi.
***