Penyambleh

Penyamleh (Nyambleh) adalah prosesi khusus yang dilakukan untuk menetralisir dan menghilangkan pengaruh negative dari segala sesuatu yang buruk sebagai penetralisir dari kekuatan bhuta agar alam sekitar menjadi harmonis.

Dan penggunaan penyambleh diantaranya digunakan sebagai pelengkap dari beberapa rangkaian upacara seperti halnya :
  • Dalam memersembahkan segehan agung yang penyajiannya diletakkan di bawah / sudut - sudut natar Merajan / sanggah / Pura atau di halaman rumah dan di gerbang masuk bahkan ke perempatan jalan.
  • Upcara nangluk merana.
  • dll
Seperti halnya penggunaan penyambleh sebagai pelengkap dari segehan agung yang sebagaimana diuraikan dalam artikel pasraman.com;
Dimana untuk menghaturkan banten segehan agung ini disebutkan disertai dengan penyambleh ayam kecil/ itik/ babi yang belum dikebiri (kucit butuan) yang masih hidup. 

Waktu menghaturkan segala perlengkapan yang ada pada daksina itu dikeluarkan sedangkan telur dan kelapanya dipecahkan diikuti dengan pemotongan/ penyambleh dan akhirnya tetabuhan

Segehan Agung dipergunakan untuk upacara yang agak besar atau kadang dipergunakan untuk upacara mendak Ida Bhatara, upacara pengukuran tempat bangunan atau palinggih, ataupun peletakan batu pertama pada saat membuat bangunan suci.

Dan prosesi nyambleh tersebut juga diselenggarakan sebagai salah satu cara untuk menetralisasi bhuta kala yang ada di pekarangan (natah) seperti halnya diberitakan BaliExpress dalam makna nyambleh saat pelaksanaan nangluk merana;

Terlebih juga bagi para bhuta agar tidak mengganggu yang dilaksanakan saat sasih kaenam sebagai salah satu sasih yang sering terjadi bencana alam, mulai dari hujan deras, angin kencang hingga tanah longsor dll
***