Dimana di Bali pada zaman dahulu disebutkan bahwa menjadi Carun Jagat sebagai spirit untuk seorang pahlawan.
Caru dalam tradisi ritual keagamaan Hindu di Bali adalah kurban persembahan untuk keharmonisan alam..
Inilah spirit hidup Sang Pahlawan.
Bukan hanya spirit perjuangan, melainkan spirit hidup.Hidupnya yang sepenuhnya diserahkan untuk kemerdekaan, kebebasan dan kebahagiaan bangsa dan negaranya.
Spirit inilah pada zaman dahulu yang mengobarkan semangat pantang menyerah, yang meniadakan rasa takut, yang membuatnya sama sekali tidak gentar untuk memekikkan perintah Puputan bagi pasukan Ciung Wanara!
Peristiwa besar itu sesungguhnya meninggalkan pesan-pesan penting berupa nilai nilai mulia (spirit) kehidupan yang dapat menginspirasi dan membangkitkan kemuliaan di dalam diri kita. Spirit yang dapat kita teladani untuk membuat kehidupan menjadi lebih bermakna.
Pada kesempatan itu, dengan penuh keyakinan, beliau mohon restu untuk berjuang, "Ijinkanlah saya menjadi Carun Jagat!".
Ngurah Rai sebagai kesatria Bali sejati, memakai terminologi ini, menjadikan dirinya 'Carun Jagat', sebagai kurban demi kemerdekaan Ibu Pertiwi.
Pada level kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, hanya spirit hidup inilah yang diperlukan agar keharmonisan tercipta, agar kesejahteraan bersama terwujud.
Bagi insan yang memiliki spirit ini, hidupnya akan menjadi bermakna. Bahkan konon hukum karma pun akan kebingungan untuk merespon pengorbanan seperti ini.
Mereka bagaikan hidup abadi bersama kenangan kemuliaan yang diwariskannya.
Om-mata bhumih putro aham prthivydh(Ya Tuhan, semoga kami mencintai tanah air ini sebagai ibu dan hamba adalah putra-putranya yang siap sedia membela seperti para pahlawan kami.)
***