Kartika

Kartika artinya sinar indah kemilau nan jauh di langit sehingga dapat menjadi petunjuk arah bagi yang memerlukannya.

Seperti halnya dalam purnama sasih kartika (kapat) yang disebutkan merupakan "subha devasya" [dewasa ayu, dewasa baik] atau hari yang sangat baik dan dikatakan bahwa :

Sepatutnyalah orang-orang bersiap-siap melakukan puja bakti kehadapan Sang Hyang Candra.
Dimana dalam nyanyian kidung Warga Sari dinyatakan : 
‘’Kartika Panedenging Sari’’. 
Artinya, 
Purnama Kartika merupakan musim bunga bersemi, dimana bunga-bunga sedang bermekaran. 

Jika kita berbicara dari sudut pandang astronomi, matahari saat purnama kapat tepat berada pada garis katulistiwa. 
Dan setiap Purnama Kartika, Pulau Bali dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan keagamaan. Karena leluhur kita mengetahui kegiatan agama yang dilakukan pada Purnama Kartika berkahnya sangat bagus. 
Sebab matahari tepat berada di garis khatulistiwa atau yang disebut dengan Visvayana. 

Apapun kegiatan upacara, sadhana, ritual, atau dana punia, yang dilakukan, akan dilipatgandakan oleh alam, akan mendapat limpahan berkah berkali-kali lipat dibanding hari-hari lainnya.

Demikian ditambahkan dalam rumah dharma Hindu Indonesia, rahajeng Hari Shiwa-Buddha, Purnama Kapat [Purnama Kartika], Kajeng Kliwon Enyitan, Anggarakasih Kulantir.
***