Aja Were

Beteng

Beteng artinya makmur dimana dalam perhitungan wariga Bali disebutkan untuk mempertemukan antara pasah dan kajeng.
  • Urip Wewaran : 4 dalam tingkatan neptu.
  • Dewanya Sanghyang Wacika, yang diharapkan agar umat manusia selalu berkata yang benar.
Dimana Beteng atau Waya (ref) sebagai bagian dari Tri Wara maksudnya bahwa :
Kesejatian manusia ada di tengah-tengah hati nuraninya ( sarira, di jaba tengah ). Dan Suara Hati Nurani adalah suara kejujuran manusia, di mana jujur itu sebagai Lingga daripada Dewa ( div, sinar ).Byantara, yang berarti Dewa; digunakan dalam konteks padewasan.

Dalam padewasan, beteng sebagai bagian dari Tri Wara dalam Babad Bali disebutkan hari yang baik untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti halnya : 
  • Melaksanakan manusa-yadnya atau dewa yadnya. Misalnya
  • Baik untuk mengerjakan hal-hal yang kaitannya dengan masa lalu, misalnya memperbaiki hubungan yang kurang baik, meluruskan kesalahpahaman dan sebagainya. 
  • Baik untuk mencatat dan menganalisa hasil kerja dan situasi diluar. 
  • Juga merupakan hari yang baik untuk memperkuat kehandalan diri, belajar dan berdoa. 
  • Baik untuk berniaga, utamakan pembayaran kontan dan berhati-hatilah dengan hutang-piutang. 
  • Baik untuk mengadakan sangkep / rapat evaluasi. 
  • Tingkatkan perhatian terhadap rekan sekerja serta tetangga. 
Yang lahir pada hari ini sifatnya tenang, percaya diri dan kasih terhadap orang tua, tetapi kurang dapat menguasai emosi;
Sehingga umat manusia diharapkan dapat mengendalikan dan mengarahkannya dengan baik agar dapat bermanfaat bagi kehidupan ini.
***