Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Sangkep

Sangkep adalah rapat atau musyawarah dalam Bahasa Balinya yang bertujuan untuk mencapai sebuah kesepakatan untuk kepentingan bersama dan keharmonisan semua umat manusia yang wajib dijaga dan dijalankan dari setiap hasil keputusan / prerarem yang didapat.

Di Bali, dalam sejarahnya diceritakan sebagai berikut :
  • Sangkep sekitar tahun sekitar tahun 989-1011 masehi di Pura Samuan Tiga yang sejarahnya dihadiri oleh tokoh-tokoh segitiga pada saat itu yang diperkirakan berlangsung pada masa pemerintahan raja suami-istri Udayana Warmadewa sehingga pada zaman dahulu tercapailah kesepakatan Lalita Hita Karana untuk semua aliran dan sekta yang ada di Bali saat itu terwadahi yang salah satunya disepakati Tri Hita Karana dengan hubungan harmonis yang wajib dijaga umat manusia.
  • Paruman Desa Adat | Musyawarah Krama (warga) desa adat yang memiliki hak suara yang sama sehingga keputusan yang di ambil dapat memuaskan diri setiap orang untuk mencapai kepuasan dan kebahagiaan atmanastusti dan kesentosaan bagi seluruh masyarakat.
Dengan musyawarah maka akan mudah mendapatkan solusi yang terbaik untuk kepentingan bersama dan tercapai kesepakatan yang memuaskan banyak pihak. Solusi ini dapat memberikan dampak yang positif bagi kepentingan bersama, baik pimpinan maupun anggotanya. 
Dengan pesatnya perkembangan kepariwisataan di Bali dalam rapat pembentukan forum komunikasi desa wisata sebagai contohnya diharapkan juga dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Keberadaan Desa Wisata di Bali dikembangkan agar dapat mensejahterakan masyarakat di desa sehingga hasil dari kepariwisataan dapat dinikmati oleh segenap unsur masyarakat.

Dan sebagai pertimbangan disebutkan pula bahwa ; 
Adat Budaya Bali sebagai salah satu daya tarik pariwisata disarankan hendaknya harus di kembangkan dengan landasan konsep “pariwisata untuk Bali” bukan sebaliknya “Bali untuk pariwisata”. Pariwisata harus menjadi pendorong penguatan adat dan budaya Bali, bukan sebaliknya Bali hanya diperuntukan semata-mata untuk industri pariwisata.
***