Aja Were

Pekak

Pekak adalah kakek dalam bahasa Balinya atau juga disebut dengan istilah kakyang.

Dimana dalam kehidupan sehari-hari, biasanya sang kakek memiliki banyak nasehat yang diberikan kepada cucunya.

Kakek juga merupakan guru rupaka, sehingga tidak baik alpaka guru kepadanya baik dengan mengucapkan kata-kata kasar dll karena akan dapat menimbulkan penderitaan di kemudian hari.

Diceritakan pada suatu hari, 
Seorang cucu yang pemarah mendamprat kakeknya dengan kata-kata kasar. Sang kakek hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.

Akhirnya cucu lelaki itu berhenti memaki. Setelah amarah sang cucu mereda maka kakek bertanya kepadanya:
“Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si cucu.

“Begitu pula dengan kata-kata kasarmu”, tukas kakek.
“Aku tidak mau menerima kata-katamu itu, maka kata-kata tadi kembali menjadi milikmu. Kau harus menyimpannya sendiri. Aku khawatir nanti kau harus menanggung akibatnya karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan”.

Kemudian, lanjut kakek:” Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dgn meludahinya. Ludah hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri. 

Demikian juga jika di luar ada orang yg marah-marah kepadamu..biarkan saja….karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka;

Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri… 
Kalau engkau tanggapi berarti engkau menerima sampah itu.”

“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yang pergi dengan membawa sampah hatinya (sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, sampah kepahitan, dll)…..Dan jadilah kita BIJAK”

Sang kakek melanjutkan nasehatnya:
“Jika engkau tak mungkin memberi, jangan mengambil”
“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”
“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”
“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”
“Jika engkau tak dapat menghargai, jangan menghina”
“Jika engkau tak suka bersahabat, jangan bermusuhan”

Demikianlah renungan pagi disebutkan oleh Ratu Nabe Dukuh di fb sebagai nasehat seorang kakek kepada cucu-cunya dalam berprilaku baik sehari-hari. 

***