Aja Were

Polos

Polos berarti tidak berlebihan
Sederhana namun tetap bersahaja...
Terlebih batinnya senantiasa bersih...
Di sinilah 'kekuatan-jiwa' tampak cerah, penuh senyuman...
Segala sesuatu dinikmati dengan penuh syukur...

Tidak mudah menyerah...
Namun justru mau berusaha...

Diceritakan suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba lari.
Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final.
Salah satu pesertanya adalah Ketut Polos.

Sebelum pertandingan dimulai Ketut Polos menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa.

Pertandingan dimulai, ternyata Tut Polos pertama kali mencapai garis finish. Tentu Tut Polos girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya: Hai jagoan..., kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?
TUT POLOS menggeleng. Bukan pak.....,
rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain.
Aku hanya minta pada Tuhan, supaya saya tidak menangis kalau aku kalah..!!

Semua hadirin terdiam mendengar itu. 

Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Polos ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya; 
Namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin/hati yang teguh.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.
Kita ingin Tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan dan hikmatNya untuk dapat mengerti rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita, terutama saat kita mengalami kegagalan dan kekalahan?
***