Masker

Penggunaan masker di masa pandemi ini juga menjadi pesan simbolik agar kita mampu menjaga kesadaran diri sehingga mulut kita senantiasa terjaga dalam bertutur kata dan berbicara (termasuk dalam bentuk tulisan). 
Ucapan-ucapan kasar, cacian, hujat menghujat dan sejenisnya seperti yang belakangan sering kita saksikan di media sosial, tidak akan mungkin keluar dari hati yang memiliki kemurnian dan keseimbangan jiwa.

Inilah yang disebut dalam ajaran Trikaya Parisuda dengan Wacika Parisuda atau berkata kata yang baik dan mulia.

Penggalian terhadap pesan simbolik masker yang dibawa oleh setiap fenomena alam dan fenomena sosial, membawa kita kepada kekayaan akan makna kehidupan. 

Memahami pesan alam memungkinkan kita selaras dengan alam. Memahami pesan sosial memampukan kita menjadi makhluk sosial yang baik, yang memiliki andil di dalam memajukan dan mendamaikan masyarakat. 
Inilah hal-hal yang membahagiakan.

Protokol kesehatan pandemi mengharuskan kita memakai masker, tujuannya jelas yaitu untuk melindungi diri kita dan orang lain dari penyebaran virus Covid-19. Perlu ada filter yang berfungsi menyaring perpindahan udara yang dapat melindungi badan kita dari masuknya virus, atau melindungi orang lain dari kemungkinan keluarnya virus dari mulut atau hidung kita bila kita OTG, orang tanpa gejala.
***