Aja Were

Salunglung Sabayantaka

Falsafah Salunglung Sabayantaka artinya perasaan senasib sepenanggungan, kekeluargaan, dan gotong-royong.
Dengan kata lain dalam kementrian pendidikan dan kebudayaan falsafah Salunglung Sabayantaka disebutkan merupakan bentuk kepeduliaan sosial masyarakat Hindu-Bali.
Seperti halnya memberikan pertolongan pada saat teman yang sedang tertimpa masalah merupakan hal yang sangat mulia dengan tanpa pamrih artinya tiada keterikatan terhadap hasil yang akan diterima

Dikutip dari salah satu artikel komunitas orang Bali di fb;
Kalau Ada Orang Ingin Meminjam Uang Padamu,
Jawablah Seperti Ini…!
Orang yang mau meminjamimu uang sejatinya adalah pahlawanmu.
Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa syarat, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan- pahlawanmu yang lain.
Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidak banyak.
Jika kamu sampai menemukan mereka,
hargailah seumur hidupmu!
Orang yang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu dalam kesulitan hidup, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin menarikmu saat jatuh.

Yang dipinjamkannya kepadamu juga bukanlah uang, 
melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.
Saya sangat berharap sobat- sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak "kepercayaan", sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!
Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup!
Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:
  1. Orang yang suka inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang "pertemanan lebih penting" dari pada hartanya.
  2. Orang yang suka mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya "berbagi".
  3. Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya "bertanggung jawab".
  4. Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya "menghargai".
  5. Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai "teman".
Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah "hal yang semestinya"?
  • Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.
  • Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!
  • Bila pertemuan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah ketulusan dan kepercayaan!
Kamu mau menjadi orang seperti apa, semuanya adalah pilihanmu.

Percayalah, 
Hubungan antar manusia (pawongan) harus mengandalkan kepercayaan!
Terserah kamu mau pinjam uang atau tidak, yang terpenting kamu harus memberikan kepercayaanđź‘Ś

Demikianlah sedikit diceritakan dalam falsafah menyame braya yang memotivasi jiwa dan semangat masyarakat Bali yang dilandasi dengan semangat tanpa pamrih.
Dan konsep dengan berasas gotong royong dan kekeluargaan ini pun juga memotivasi pembangunan yang sudah dikenal di Bali dengan semboyan salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya. Atau mirip dengan semboyan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
***