Aja Were

Etiket

Etiket artinya saling menghargai antar sesama (upeksa) yang bertujuan untuk dapat mengikuti aturan-aturan kehidupan yang rukun dalam kebersamaan.

Dan seperti kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti akan membutuhkan manusia lain.
Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita tidak menjadi manusia paling egois
Dalam sejarah Bali diceritakan pada zaman dahulu penduduk Bali secara berangsur-angsur meninggalkan pola hidup nomaden, mulai hidup bertempat tinggal di suatu daerah dengan batas-batas wilayah tertentu yang disebut pedukuhan, belajar bercocok tanam dan bermasyarakat.

Dalam masyarakat yang terbentuk saat tersebut,
muncullah etiket untuk saling menghargai antar sesama dan berkembang tradisi menghormati orang yang dituakan, seperti, tokoh-tokoh masyarakat atau orang yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.
Dan dalam perkembangannya disebutkan bahwa sering pula dijumpai penggunaan kata etiket yang dihubung-hubungkan dengan kata etiquette (atau aturan-aturan) yang berasal dari Prancis, sebuah negara yang terkenal karena tinggi peradaban atau sopan santunnya.

Dalam menciptakan keharmonisan dalam sebuah pesta karena adanya ketidaksantunan berbahasa dan dampaknya dalam pembentukan karakter;
Diceritakan pada zaman dahulu raja Louis XIV dari Perancis akan mengadakan sebuah pesta.
Pesta-pesta yang diadakan di istana raja itu, mempunyai aturan-aturan yang berbelit-belit. Ada beberapa orang yang ditugaskan mengatur pesta.
Mereka jugalah yang menyebar undangan.
Dalam surat undangan ditulis peraturan-peraturan yang harus diikuti selama pesta. Untuk menghadiri pesta-pesta tersebut, hanya orang-orang tertentu yang diundang. 
Herannya dalam setiap kartu tercantum berbagai instruksi. Masing-masing pengunjung pesta, harus mengikuti aturan-aturan dan tata tertib yang tertulis di kartu undangan yang ditujukan kepadanya. 
Setiap orang wajib mengetahui tempat duduknya, caranya duduk, caranya makan, caranya minum dan lain-lain. 

Pada mulanya, kartu undangan inilah yang disebut etiket. Tetapi lama kelamaan, bukan lagi kartu itu yang disebut etiket, melainkan isinya. 
Yaitu aturan-aturan yang harus diikuti selama pesta. Hingga sekarang ini, arti etiket itu ialah kumpulan peraturan bergaul. Atau cara-cara bergaul di antara orang-orang beradab. 
Sebagai kumpulan aturan-aturan yang menertibkan dan mengendalikan pergaulan manusia. 
Dengan menurut peraturan itu manusia akan dapat hidup rukun dalam sebuah kehidupan secara bersama-sama. 
***