Aja Were

Niti

Niti (yang dalam bahasa sansekerta) berarti kemudi, pemimpin, politik dan sosial etik, pertimbangan, dan kebijakan.
Dimana dalam Sad Warnaning Rajaniti disebutkan bahwa segala keputusan hendaknya berdasarkan Budhi dan bersifat sattwam, maka dari itu segala yang diputuskan akan bersifat baik dan bijaksana.
Dan sebuah pertimbangan sejatinya merupakan bagian awal daripada munculnya suatu keputusan yang sesuai, tepat dan benar; 
Dimana mesti didasari oleh niat baik dari hati-sanubari serta orientasi-hasilnya cenderung diupayakan untuk selalu dalam manfaat bagi kehidupan yang harmonis.
Dan kita mesti bisa mempertimbangkan mana hal yang lebih pantas daripada yang pantas...
Mana hal yang lebih memiliki nilai manfaat atau tidak...
Semuanya mesti butuh kesadaran juga pada akhirnya pemahaman...
Tujuannya harus jelas dan tegas, apa dan bagaimana dampaknya...
Jika dipikir ternyata dampaknya tidak terlalu mendatangkan manfaat, maka tentu sia-sia saja itu diladeni, dilakukan ataupun diperdebatkan...
Belajarlah untuk saling memahami utamanya dari diri sendiri...
Sadari kekurangan/kelemahan diri...
Sadari hal-hal yang 'disuguhkan-dinasihatkan-disampaikan' oleh orang lain ke diri kita...
Yakini dan telusuri kesungguhan serta tujuannya 'memberi'...
Dan berusahalah untuk sejenak 'menanggalkan-ego', gengsi ataupun kepentingan-semu lainnya...
Beranjaklah untuk merendahkan hati...
Cobalah mengikuti kemauan-baiknya dengan mulai membenahi diri...

Hal tersebut bukanlah paksaan...
Namun sejatinya adalah suatu hal mendasar...
Demi mewujudkan keadaan yang lebih baik, indah, nyaman...
Dan tentu utamanya adalah yang berada dalam 'manfaat/kebaikan'...
***