Aja Were

Mesir Kuno

Mesir kuno adalah salah satu peradaban asia pada zaman dahulu yang memiliki budaya amat luar biasa sebagai peradaban sungai Nil yang beriringan dengan peradaban mesopotania kala itu.
Dimana dalam hal kepercayaan disebutkan bahwa Re dijuluki sebagai Dewa Matahari yang menyinari Mesir Kuno saat itu yang dilukiskan pada motif hias nekara.
Dan dibawah perlindungan dewa-dewa yang disembah saat itu, Mesir Kuno juga mengalami masa keemasannya. Contohnya piramida dan sphinx menjadi bukti kemajuan mereka.
Diceritakan Mesir Kuno sebagai salah satu peradaban tertua di dunia mulai bersatu sekitar 3150 SM, dengan sebuah tindakan penyatuan politik Hulu dan Hilir Mesir dilakukan Firaun pertama.
Dimana, Mesir kuno memberikan sebuah sumbangsih besar terhadap dunia berupa piramida yang megah itu, mayat mumi untuk menyawetkan jenazah Firaun kuno sampai hari ini, kalender matahari pertama, Hieroglyphics dan banyak lagi yang semuanya itu dibuat peninggalan Mesir kuno. 
Mesir kuno mencapai puncaknya keemasan pada zaman Kerajaan Baru, di mana Firaun seperti Ramsee Agung. Peradaban Sungai Nil juga terdapat pada peradaban mesir.
Dalam belajar tentang sejarah kepercayaan dan agama Bangsa Mesir sebagaimana diberitakan Merdeka.com dikatakan bahwa pada zaman dahulu mereka menyembah lebih dari 750 dewa.

Ada dewa-dewa Matahari dan dewa panen, dewa-dewa cinta dan perang, dewa-dewa dalam wujud manusia dan binatang, serta beberapa dewa yang berwujud setengah manusia dan setengah hewan. 
Salah satu dewa Mesir adalah Anubis yang berkepala serigala, yang dipercaya sebagai dewa penjaga makam
Selain itu, ada juga Isis yang dipercaya sebagai dewa sihir dan ibu Horus, dewa langit.
Mesir Kuno juga mempercayai bahwa setelah meninggal dunia, mereka akan membutuhkan jasad mereka di sana. 
Karena itulah mereka belajar cara mengawetkan tubuh sebagai mumi yang nggak akan membusuk. Manusia dimakamkan bersama benda-benda yang mungkin mereka butuhkan di kehidupan berikutnya, misalnya makanan dan pakaian.
Orang Mesir percaya, saat meninggal mereka harus dimakamkan dalam makam-makam yang sangat agung. Beberapa makam bangsawan berupa piramida batu yang sangat besar.

Dan pada zaman dahulu tidak bisa dipungkiri juga disebutkan dimana ada sumber air, di situ pula ada peradaban manusia. 
Begitu pula dengan Siwa sebagai kota ajaib dari lumpur di Gurun Sahara, umurnya 12 Abad! terdapat ratusan oase kecil, dan yang paling besar dinamakan Wahat Siwah (Siwa Oasis). Memiliki panjang 80 km dan lebarnya 20 km.
Mata pencaharian penduduk Siwa adalah berkebun kurma dan zaitun. Kurma Siwa memang cukup terkenal di Mesir.
***