Aja Were

Muani

Muani adalah laki-laki dalam bahasa Balinya atau juga disebut dengan istilah lanang atau pria.
Atau dalam tetandingan banten, dapat diartikan sebagai purusha seperti halnya dalam pembuatan tetandingan banten sambutan alit.
Dalam identitasnya, laki-laki sebagai anak yang suputra;
Di Bali, dalam persiapan perayaan hari raya dan upacara yadnya, dimana para lelaki yang dilengkapi udeng pada umumnya berperan utama dalam berbagai persiapan seperti halnya mebat untuk menyiapkan berbagai macam masakan yang diperlukan dalam upacara yadnya.

Namun berbeda halnya disebutkan oleh kumparan dalam mengintip umat Hindu di luar Bali lewat film Pemargi dikatakan bahwa :
Kaum laki-laki terlihat mengambil alih proses pembuatan banten. “Ini terjadi karena adanya kemauan dan semangat mereka yang tinggi untuk belajar membuat banten, sehingga tidak heran jika laki-laki lebih pintar membuat banten dibandingkan perempuan yang terfokus dalam hal dapur dan mengurus anak”
***