Aja Were

Lidah

Lidah adalah "Layah" dalam bahasa Balinya yang berfungsi untuk dapat merasakan sad rasa di dalam mulut sebagai salah satu dari alat panca indra yang kesuciannya disebutkan hendaknya perlu dijaga.

Setiap alat indera yang dimiliki manusia mempunyai satu kegunaan khusus, tetapi lidah diberi kemampuan ganda yaitu dalam hal kemampuan bicara dan kemampuan menikmati cita rasa. 
Sehingga hendaknya kita disebutkan harusnya sangat berhati-hati menggunakan lidah, dengan selalu berkata yang benar disebut dengan wacika
"Tan Ujar Ahala", tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati 
Seperti halnya kebanyakan hewan dan burung, manusia mempunyai panca indera; kelima alat indera ini harus digunakan dengan sangat hati-hati karena harus diperhatikan kemampuan dan keterbatasannya.
Kita harus mengendalikan panca indera sebagaimana kita mengendalikan tenaga dahsyat dan alat-alat yang digunakan sehari-hari. 
Umpama,
Bila digunakan dengan benar dan hati-hati, api akan sangat berguna bagimu, tetapi bila tanpa kendali ia akan amat berbahaya. 
Contoh lain misalnya listrik atau pisau; jika engkau tahu menggunakannya dengan tepat, ia akan bermanfaat; sebaliknya, ia juga dapat sangat berbahaya. Semua itu tergantung pada kehati-hatian dan ketepatan cara kita menggunakannya. 
Wedanta juga dikatan telah menandaskan perlunya mengetahui penggunaan kelima indera itu secara benar dan bagaimana menerapkan pengertian tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian dikutip dari berbagai sumber dalam menghayati ajaran Tri Kaya Parisudha.
***