Aja Were

Dreamtime

Dreamtime adalah sebuah kepercayaan dimana waktu penciptaan dunia disebabkan oleh nenek moyang (atau leluhur) dari intisarinya sendiri. 

Konsep ini dahulu merasuk setiap aspek kebudayaan dan masyarakat seperti halnya pada penduduk Aborijin dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari spiritualitas mereka. 
Seperti dreaming Aborijin, cerita atau legenda penciptaan penduduk Pulau Selat Torres menjadi dasar identitas dan spiritualitas mereka. 
Kepercayaan dan spiritualitas Penduduk Asli secara intrinsik berhubungan dengan tanah, laut dan langit. Terdapat banyak situs Penduduk Asli yang keramat di Australia.
Demikian dikutip dari pendirian 34 pura Hindu yang ada di Australia dengan kebebasan beragama yang dijamin oleh negara tersebut.

Dikatakan oleh salah satu warga Banjar Mahindra Bali di Melbourne Australia,
Banjar ini tercatat sebagai organisasi non profit yang tidak diperbolehkan melakukan kegiatan komersial.
Dwija salah satu dari warga tersebut merasa pembangunan banjar dan pura yang penting adanya adanya sebagai tempa ibadah karena banyak warga Bali yang menikah dengan warga Australia.
"Banyak yang mix-married di sini. Ada sekitar 300 anggota banjar, tapi ada juga yang belum tahu ada organisasi ini. Anak-anak mereka jadi bisa bingung, mereka tidak tahu asal usulnya," tambahnya.
Jumlah anggota yang kini tercatat sekitar 150 orang karena ada yang pindah atau pulang ke Bali, sehingga jumlahnya berkurang.
"Sekarang anggota yang aktif tersebar di seluruh Victoria, termasuk Melbourne, Geelong. Jadi kami juga punya facebook. Biasanya kalau ditelepon, pasti datang. Kadang juga ada dari satu teman ke teman lain yang mengabari."
***