Aja Were

Kapak

Rerajahan kapak Penunggun Karang
dalam serba serbi Hindu - Bali
Kapak adalah sejenis peralatan kerja berupa produk kriya yang biasanya terlihat : 
  • ujungnya berbentuk lancip, 
  • dengan dilengkapi tangkai yang lebih panjang untuk dapat menggenggamnya..
Dahulu, benda jenis kapak ini disebutkan biasanya terbuat dari logam maupun batu yang dalam sejarah keberadaanya disebutkan sudah ada sejak zaman Palaeolithikum (Zaman Batu Tua).

Selain digunakan sebagai produk kriya, seperti halnya dharma kriya dalam melaksanakan swadharma yang penuh rasa tanggung jawab, kapak ini juga disebutkan sebagai lambang ayudha dewata yang melambangkan kekuatan gaib.
"Mendengar kata Kapak", terkadang, benda ini kembali mengingatkan kita pada kisah Parasu Rama Awatara yang berwujud sebagai Rama yang cerdas bersenjatakan kapak dan panah atau busur siwa untuk mengalahkan para ksatria, 
Suatu saat, Parasurama pun melepaskan senjata kapaknya, tepat mengenai taring Bhatara Gana. Taring Bhatara Gana patah satu, sehingga disebut Ekadanta
Keberadaan kapak ini dalam sejarah Bali, dahulu benda ini dibuat atau dikerjakan dengan cara sangat sederhana, sehingga hasil produk yang ditinggalkan tampak relatif masih kasar, seperti berupa 
  • kapak batu yang tergolong jenis kapak perimbas, 
  • kapak genggam dan sebagainya. 
Di antaranya berhasil ditemukan di Bali seperti: di daerah Sembiran, Buleleng, di Gua Seloding, desa Pecatu, Badung ditemukan beberapa buah sudip dan tiga buah alat tusuk terbuat dengan tulang binatang atau tanduk rusa dan di daerah lainnya.
  • Kapak perimbas dari batu peninggalan zaman Palaeolithikum (Zaman Batu Tua) 
  • Kapak Genggam dari Batu Peninggalan Zaman Neolithikum (Zaman Batu Muda) 
  • Kapak dari Batu Bertangkai Peninggalan Zaman Neolithikum (Zaman Batu Muda)
    Produk kriya berupa peralatan kerja yang ditinggalkan tersebut, tampak bersahaja, lebih mengutamakan kegunaan, belum tampak usaha untuk memperindah penampilan dan kenyamanan (ergonomis). 
    Kemungkinan juga peralatan tersebut diambil langsung dari alam serta digunakan hanya sekali pakai, kemudian ditinggalkan ke tempat lain.
    Sebagai ilustrasi, 
    biasanya orang yang berprofesi sebagai petani akan merawat dan menjaga peralatan kapak, dan berbagai bentuk lainnya dengan baik sehingga memiliki manfaat dan daya guna yang baik.
    Begitupun pada saat hari raya Tumpek Landep, dimohonkan agar semua alat / senjata tetap bertuah.


    Di Bali, jenis-jenis kapak ini masih tersimpan di Museum Arca Bedahulu oleh mangku si anak kampus disebutkan seperti :
    • Kapak Genggam, dibuat dari gamping kersikan dan berbentuk lonjong.
    • dll
    ***