Aja Were

Mada

Mada adalah sifat mabuk dan kegila-gilaan yang dapat menyebabkan lupa diri pada suatu tujuan yang ingin dicapai.

Sifat yang patut dinetralisir ini merupakan salah satu bagian dari sad ripu yang dalam satyaning dharma disebutkan, maka dari itu :
kita disebutkan haruslah waspada dan tidak boleh lengah, karena musuh-musuh tersebut akan lebih mudah menyerang kita pada saat kita lemah dan lalai.
Alkisah, tersebutlah dahulu seorang Patih Bedahulu yang sangat sakti bernama Ki Pasung Grigis yang disebabkan lupa diri karena diliputi rasa takabur sehingga bingung, angkuh dan bangga akan kesaktian dan kekuatannya sendiri yang tidak tahu akan malapetaka menimpanya.
Dikatakan karena Beliau tidak sopan dan tak tepat janji yang disaksikan oleh Sanghyang Trio Dasa Sakti maka seluruh kekuatannya lemah bagaikan disapu bersih dan pada akhirnya dikalahkan juga oleh Gajah Mada, seorang Mahapatih Amengku Bumi Majapahit yang terkenal dengan sumpah palapanya.
Kemabukan ini sebagai bagian dari Tri Mala dan Sad Ripu seperti tersebut diatas dalam satyaning dharma selanjutnya juga disebutkan dapat menimbulkan permusuhan, karena orang mabuk suaranya macam-macam dan suaranya kasar-kasar menyebabkan orang dapat tersinggung mendengarnya. 
Semua rahasia terbongkar, kata-katanya tidak karuan-karuan, ngawur dengan mencaci maki dan menentang setiap lawan bicaranya.
Apalagi kalau sering mengkonsumsi miras dan sejenisnya disebutkan juga dapat menyebabkan penyakit lever, jantung, ginjal dan penyakit saraf yang dapat membahayakan kesehatan, ekonomi, dan keluarga menjadi berantakan.
Adapun cara mencegah atau mengurangi sifat-sifat mabuk ini disebutkan dengan beberapa cara yaitu :
  1. Menjauhi miras atau narkoba tersebut
  2. Melakukan bratha puasa, latihan tidak makan dan tidak minum pada hari-hari suci misalnya pada hari Siwa Ratri atau pada hari suci Nyepi.
  3. Hindari bergaul dengan orang-orang pemabuk
  4. Turuti petuah-petuah dari guru di sekolah, di rumah (Catur Guru)
Sehingga dengan demikian ternetralisirlah sifat mada ini untuk dapat mencapai kesempurnaan dan kesucian batin.
***