Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa

Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa adalah pepatah jawa kuno yg artinya: 
Pertengkaran menjadikan berantakan, kerukunan menjadikan keteguhan. Ini sama dengan pepatah yg sering kita dengar: "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh."

Jika kehidupan sebuah rumah tangga dikendalikan dengan kasih dan kebajikan, itu akan menjadi kehidupan penuh anugerah dan kebahagiaan. 
Karena setiap bahtera rumah tangga tidak luput dari gelombang masalah. 
Semua anggota yg ada didalamnya hendaknya disebutkan harus tetap berusaha menjaga stabilitas kasihnya kepada yg lain. 

Dan, kasih sayang akan menjaga kerukunan yg menjadi alat keseimbangan dan tiang pancang yg kokoh dari biduk bahtera mereka, dan kasih sayang akan menumbuhkan sikap saling mendukung diantara anggota keluarga yg secara seimbang akan mengembangkan kebajikan dan menjadi daya laju bahtera untuk membawa mereka menuju tujuan, mencapai kesuksesan material dan spiritual. 

Tanpa adanya kerukunan, bahtera rumah tangga akan mudah oleng bahkan terbalik tergulung dan terhempas gelombang, yg dapat membuatnya hancur, pecah berkeping-keping, puing-puingnya hanyut sendiri-sendiri terbawa derasnya arus samudera kehidupan. 
Jelas, pertengkaran merupakan badai yg sangat membahayakan. 
Oleh karena itu, hidup rukun selalu disarankan oleh para bijak.

Kerukunan adalah benih kebahagiaan. 
Seseorang yg menjalani kehidupan rumah tangga yg normal dengan penuh kerukunan, jauh lebih bahagja daripada mereka yg mencari prioritas lain. 
Ada hubungan timbal balik antara kerukunan dan kebajikan; dari kerukunan akan tumbuh berbagai kebajikan, dan kebajikan akan memperkuat kerukunan. 

Jika seseorang dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan kebajikan yg tepat dan membantu anggota keluarga yg lain, dan orang lain secara lebih luas jika memungkinkan, untuk melakukan hal yg sama, kehidupan rumah tangga semacam itu akan menjadi jalan pemurnian sebagaimana sadhana penebusan dosa yg dilakukan oleh orang-orang yg disucikan. 

Bagi orang yg menjalani hidup berumah tangga, kebajikan yg sesungguhnya adalah untuk menjalani kehidupan rumah tangga yg harmonis
Itu akan menjadi jauh lebih baik jika bisa melampaui atau tidak mempermasalahkan cacat cela atau aib masa lalu pasangannya atau yg lain. 

Orang yg aktif dalam kehidupan duniawi, kebajikan itu harus dilakukan. Dengan demikian dia akan dipandang setara dengan para brahmana sejati.

Postingan ini diambil dari berbagai sumber dalam artikel Hindu Dharma, semoga ada manfaatnya. Salam cinta kasih penuh rasa welas asih.
Om Santih, Santih, Santih, Om.
***